Ziarah Plastik, Tradisi Baru Saat Lebaran

Klikhijau.com –  Lebaran telah menciptakan tradisi tersendiri di masyarakat. Tradisi itulah yang membuatnya kian semarak dan dirindukan. Salah satu tradisi yang tetap terpelihara dengan baik adalah...

Ziarah Plastik, Tradisi Baru Saat Lebaran
Bacakan Artikel

Hal ini telah menjadi “tradisi” baru, termasuk di kampung saya. Padahal jauh sebelum air mineral kemasan menjadi magnet bagi masyarakat. Setiap tamu akan disuguhi dengan air yang telah dimasak lalu dituang ke dalam gelas.

Namun, semenjak banyak perusahaan memproduksi air mineral kemasan berbungkus plastik. Tradisi itu tergerus berganti “ziarah plastik.”

Harus diakui, menggunakan air mineral kemasan lebih instan, lebih cepat, dan hemat tenaga. Tidak perlu lagi memasak air dan mencuci gelas. Air gelas kemasan, setelah terpakai bisa langsung dibuang beserta sedotannya (pipet).

Sebenarnya bukan hanya saat lebaran hal ini terjadi. Setiap ada pesta pun yang punya hajatan akan lebih memilih air kemasan daripada memasak air sendiri.

Wadah air kemasan yang berupa plastik itu,  menjadi masalah tersendiri, khususnya di kampung-kampung yang tidak punya tempat pembuangan akhir sampah. Masyarakat akan membuangnya begitu saja. Gelas plastik itu akan berakhir di lingkungan sekitar dengan liar.

Sasasaran utama sebagai tempat pembuangan gelas air mineral kemasana adalah belakang rumah. Kerap pula ke dalam selokan bahkan sungai.

[irp]

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: