Hijaunya Daun Pandan Wangi dan Ritus Ziarah Kubur Saat Lebaran

Publish by -154 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Hijaunya Daun Pandan Wangi dan Ritus Ziarah Kubur Saat Lebaran
Daun pandan wangi/foto-Ist

Hijau daun pandan wangi tak luntur saat dimasak, jadi kelihatannya tetap segar memanjakan mata.

Klikhijau.com – Daun pandan wangi bisa jadi daun paling diburu jelang lebaran. Manfaatnya sungguh banyak, salah satunya dijadikan pembungkus ketupat yang jadi ciri khas lebaran.

Ketupat memang tak selamanya terbuat dari daun pandan wangi. Namun, dominan masyarakat menggunakannya. Wanginya yang menggiurkan menjadi salah satu alasan memilihnya.

Dengan wanginya, daun tumbuhan ini jadi salah satu alasan yang bisa membuat selera makan meledak. Apalagi disertai dengan makanan khas lebaran seperti opor ayam dan lain sebagainya.

Di Makassar sendiri, penggunaan daun pandan wangi cukup tinggi. Ini disebabkan karena daun pandan wangi adalah salah satu pilihan bahan baku pembuatan ketupat.

KLIK INI:  Perihal Bambu Betung, Kendaraan Pertama yang Tiba di Bumi

Sebagaimana diketahui bersama, Makassar atau Sulawesi Selatan pada umumnya adalah gudangnya makanan berkuah coto. Dan teman mesra coto adalah ketupat.

Pendeknya di mana ada coto di situ pun ada ketupat. Hanya saja ketupat sebagaimana saya katakan tadi, tak selamanya terbuat dari daun pandan wangi. Bisa pula dari daun kelapa mudah.

Pandan wangi adalah jenis tumbuhan monokotil dari famili Pandanaceae. Ia memiliki daun beraroma wangi yang khas. Daunnya merupakan komponen penting dalam tradisi masakan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Tak sulit menemukan dan mengembangbiakkan tumbuhan ini. Bisa tumbuh tanpa perawatan sekalipun. Juga mudah dijumpai di pekarangan atau tumbuh liar di tepi-tepi selokan yang teduh.

Tumbuhan pandan memiliki akarnya besar dan memiliki akar tunggang yang menopang pohonnya ini bila telah cukup besar. Daunnya memanjang seperti daun palem dan tersusun secara roset yang rapat, panjangnya dapat mencapai 60cm. Beberapa varietas memiliki tepi daun yang bergerigi.

Daun pandan memiliki aroma yang khas karena adanya kandungan senyawa kimia 2AP (2 Acetyl 1 pyrroline/ACPY) yang merupakan turunan dari asam amino fenilalanin.
Oya, hijau daun pandan wangi tak luntur saat dimasak, jadi kelihatannya tetap segar memanjakan mata.

KLIK INI:  Tiga Jenis Biawak Ini Hanya Bisa Ditemukan di Raja Ampat
Ritus ziarah kubur

Hal lain yang tak terpisahkan dari daun pandan wangi adalah tradisi ziarah kubur. Bukan karena para peziarah membawa ketupat yang terbungkus daun pandang wangi, bukan itu. Namun, ada satu ritus atau tradisi yang hingga kini belum lekang waktu.

Setiap peziarah akan membawa daun pandan wangi untuk ditabur di atas kuburan. Hal ini umumnya terjadi di Sulsel, khususnya di Bulukumba. Rasanya kurang lengkap berziarah ke kuburan tanpa menaburkan daun pandan wangi di atasnya.

Di kampung saya misalnya, berziarah kekuburan memiliki nama khusus, lampa bunga’ pergi menabur bunga. Maksudnya menabur bunga di atas kuburan.

Bunga yang dimaksud bukanlah bunga yang bermekaran di halaman rumah yang beraneka warna. Namun bunga yang dimaksud adalah pandan wangi. Dipotong-potong khusus untuk ditabur di atas kuburan keluarga yang telah hijrah ke alam lain.

Bunga sesungguhnya bagi warga di kampung saya adalah pandan wangi. Masyarakat menamai pandan wangi dengan bunga. Jadi jika ziarah kubur tanpa bunga ‘pandan wangi’ akan hambar.

Hanya saja belakangan ini saya lihat mulai berkurang yang berziarah sambil membawa bunga. Ada yang ziarah kubur hanya membawa diri saja, datang untuk mendoakan almarhum/almarhuma.

Namun, menabur bunga daun panda wangi di atas kuburan bagi saya adalah hal yang baik. Kita jadi tahu jika kubur atau makam telah dikunjungi keluarganya dengan bukti taburan bunga.

Kita juga jadi tahu, sanak keluarga tak melupakan keluarganya, masih mengunjungi makamnya, mengenang, dan mendoakannya. Selain itu tentu untuk mengingat kematian. Selain itu, wangi bunga ‘daun pandan’ yang ditabur di atas kuburan akan menjauhkan rasa angker kuburan tersebut.

Pun hijaunya bunga yang ditabur jadi penanda jika baru saja ada orang yang datang berziarah dan menyegarkan pandangan.

KLIK INI:  Satu-Satunya Badak Sumatera Jantan yang Tersisa di Malaysia, Mati!
Bisa obati kanker

Dilansir dari republika, Rabu, 20 Mei 2020 pandan wangi memiliki kandungan senyawa kimia 2AP (2 Acetyl 1 pyrroline/ACPY) yang merupakan turunan dari asam amino fenilalanin. Juga terkandung pula senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, polifenol, dan juga zat warna.

Karena memiliki kandungan senyawa kimia, pandan wangi memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai antioksidan, antibakteri, antimikroba, antidiabetic, dan bahkan antikanker.

Ada bebera penelitian menyebutkan bahwa kandungan β-ionone (sebagai salah satu jenis carotenoid) pada daun pandan memiliki aktivitas antikanker dan telah terbukti dapat mengurangi berkembangnya aktivitas sel kanker.

Dalam pandan wangi juga ada aktivitas senyawa antioksidan, seperti β-caroten, vitamin E, senyawa-senyawa fenolic, dan juga adanya kandungan asam ascorbate.

Aktivitas senyawa antioksidan inilah yang dapat mengurangi kerusakan sel tubuh dan penyakit-penyakit degeneratif, seperti kanker.
Begitulah, selamat menanti lebaran sahabat hijau!

KLIK INI:  Dua Elang Kembali Merumah di TN Gunung Halimun Salak
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!