Tumbuh Liar dan Eksotis, Ralle' Jadi Tinta Andalan Para Leluhur

Klikhijau.com –  Dari jauh tatapan saya telah mengarah ke tumbuhan liar itu. Warnanya ungu, tumbuh liar begitu saja. Ketika dekat, ternyata coraknya berpadu antara merah muda dengan ungu kehitaman,...

Tumbuh Liar dan Eksotis, Ralle' Jadi Tinta Andalan Para Leluhur
Bacakan Artikel

Tumbuhan ini saya temukan di kebun, di Dusun Gamaccayya, Desa Kahayya, Bulukumba. Di kampung tersebut belum ada yang datang meneliti secara ilmiah mengenai kandunga daun ralle’ sehingga bisa menjadi tinta.

[irp]

Tapi, tanpa penelitian ilmiah sekalipun sudah terbukti jika ralle’  berpotensi menjadi tinta yang ramah lingkungan.

Cepat kering di kertas

Pengalaman orang-orang terdahulu tentang fungsi ralle' sebagai tinta telah jadi bukti  jika tumbuhan liar ini bisa dimanfaatkan menjadi tinta tanpa bahan pengawet dari zat kimia.

Puang Belo, saudara laki-laki ibu yang telah lama berpulang ke sisi Tuhan, menurut Ibu ketika  Puang Belo bersekolah di Cilallang, Sinjai di tahun 1960-an ketika pulang  kampung ke Gamaccayya akan menyempatkan diri memeras daun ralle’ untuk dijadikan tinta

“Ia akan mengisi penuh botol kecilnya,” kata Ibu.

Cara membuat tinta dari tumbuhan ralle’ memang simple, cukup petik daunnya, remas lalu peras. Air perasannya jika terlihat sekilas  tampak hitam pekat, namun  sebenarnya ia berwarna ungu muda.

Saya mencoba mempraktikkan apa yang dikatakan Ibu, saya mengambil beberapa helai daun ralle’, meremas lalu memerasnya.

Air perasan itu saya coba goreskan ke buku kecil yang selalu setia saya bawa ke mana saja. Saya menulis menggunakan ranting kayu.

Ranting kayu saya celupkan ke perasan air daun ralle’, lalu menuliskannya. Hasilnya begitu tinta ralle’ menyentuh kertas ia akan mengering sehingga sulit lagi terhapus.

Warna yang dihasilkan di kertas tampak keunguan—cukup romantis untuk digunakan menulis surat cinta...hmmm.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: