Unik, Tanaman Gantikan Manusia Menonton Konser di Barcelona

Publish by -40 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Unik, Tanaman Gantikan Manusia Menonton Konser di Barcelona
Konser yang ditonton tanaman/foto-AP/Quique Garcia

Konsep konser itu terinspirasi oleh keindahan alam selama pandemi.

Klikhijau.com –  Konser di Barcelona, Spanyol terasa berbeda. Tak ada sambutan teriakan dan tepuk tangan diakhir penampilan, tak ada teriakan permintaan, lagi, lagi, lagi diakhir lagu.

Konser biasanya riuh oleh suara teriakan orang yang hadir menonton. Konser tanpa penonton adalah kesenyepan yang menyedihkan.

Namun, seniman termasuk musisi adalah orang yang kreatif. Ia bisa menyiasati suatu keadaan yang rumit memiliki daya magis.

Seniman bisa mengubah dan membuat hal yang rasanya mustahil menjadi mungkin. Seperti yang terjadi di Barcelona belum lama ini.

KLIK INI:  Tentang Ikan Oarfish, Cerita Rakyat Jepang, dan Daryono

Pada hari Senin lalu, 22 Mei 2020 Gedung opera Gran Teatre del Liceu di Barcelona, Spanyol dibuka kembali.

Pembukaan itu bukan diisi oleh aksi pembersihan, menyapu lantai, dan menyingkirkan sarang laba-laba—bukan, sungguh bukan itu yang dilakukan.

Hal pertama yang dilakukan adalah  menggelar konser. Itu merupakan konser pertama sejak karantina wilayah (lockdown) karena serangan wabah virus sorona. Spanyol adalah salah satu negara yang mengalami teror corona yang parah.

Di Gedung opera Gran Teatre del Liceu saat diadakan konser perdana setelah karatina wilayah. Tak ada yang berubah dari susunan kursi. Tempat duduk tetap sama, tetap berada di tempatnya menghadap ke panggung utama—di mana para seniman atau musisi beraksi.

Lalu apa yang unik dan menarik dari konser itu, bukankan sebuah konser adalah yang lumrah? Hmmm, hal menarik dan unik dari pagelaran tersebut adalah penontonnya.

Kok penontonnya, konser kan memang identik dengan penonton, bukan?  Namun, konser pertama 2020 Gedung opera Gran Teatre del Liceu, Barcelona setelah karantina wilayah adalah konser tanpa penonton manusia.

Penonton yang hadir atau dihadirkan adalah tanaman,   sebanyak 2.292 kursi penonton tidak diisi oleh orang, tapi diisi oleh tanaman.

KLIK INI:  Akuilah Tempat Sampah Memang Menjijikkan, Tapi Sangat Dibutuhkan, Kenapa?
Terinspirasi keindahan alam

Meski tanpa penonton sungguhan di dalam gedun,g  konser tetap bisa disaksikan karena  disiarkan langsung untuk ditonton pemirsa di rumah.

Pemimpin konser, Eugenio Ampudia mengatakan, konsep ini terinspirasi oleh keindahan alam selama pandemi.

“Saya mendengar lebih banyak burung bernyanyi dan tanaman tumbuh di kebun saya. Jadi tanpa ragu, saya berpikir untuk menghubungkan alam dengan banyak orang melalui konser,” kata Ampudia seperti dilansir AP, Selasa,  23 Juni 2020.

Bagi Ampudia, kehadiran tanaman serasa seperti kehadiran ribuan penonton yang memberi tepuk tangan. Di akhir konser, suara dedaunan dan ranting-ranting yang bergesekan diembus angin bergema di seluruh gedung opera seperti mengisyaratkan tepuk tangan.

Gelaran konser tersebut juga menjadi ajang aksi lingkungan, sebab  menurut Ampudia, tanaman yang menjadi penonton konser itu akan dibagikan kepada para petugas kesehatan setempat sebagai ucapan terima kasih atas upaya mereka selama pandemi.

Apa yang dilakukan oleh musisi di Barcelona, Spanyol itu, setidaknya bisa menjadi inspirasi bahwa melakukan konser bisa melibatkan alam.

Ini bisa pula menunjukkan, jika seni dan alam sekitar—termasuk tanaman adalah kesatuan yang sulit dipisahkan. Keduanya saling mendukung dan mengisi.

KLIK INI:  Kenali 7 Jenis Plastik, 4 Informasi Penting di Baliknya Plus Bahayanya!
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!