Cara Merawat Aglonema Agar dapat Memanen Manfaat Terbaiknya

Klikhijau.com – Bagaimana cara merawat Aglonema yang benar? Pertanyaan ini sering diajukan banyak pencinta ‘sang ratu daun’, khususnya pemula. Aglonema atau aglaonema alias sri rezeki memang idola...

Cara Merawat Aglonema Agar dapat Memanen Manfaat Terbaiknya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Bagaimana cara merawat Aglonema yang benar? Pertanyaan ini sering diajukan banyak pencinta ‘sang ratu daun’, khususnya pemula.

Aglonema atau aglaonema alias sri rezeki memang idola banyak orang khususnya ibu-ibu muda. Si ratu daun ini tiada henti-hentinya jadi incaran para penggemarnya. Memajangnya di rumah, tentu satu kebanggaan tersendiri plus beragam manfaat terbaiknya.

Namun demikian, tidak sedikit yang punya pengalaman kurang happy saat menanam aglonema. Misalnya, pertumbuhannya terganggu, layu bahkan mati. Ini berarti ada yang salah dalam perawatannya.

Yuk, cari tahu cara merawat aglonema agar tanaman ini dapat bertumbuh-kembang sebagaimana mestinya. Bila perlu, dan bila sudah semakin piawai, budidaya aglonema tentu bisa menghasikan rupiah, ditengah massifnya peminat tanaman ini.

#Perhatikan pencahayaan

Seperti pengalaman Ella (pegiat aglonema) pada artikel sebelumnya, pencahayaan satu aspek penting dalam tanaman ini.

Tanaman yang bisa tumbuh ideal di kawasan dataran rendah hingga ketinggian 300 sampai 400 mdpl ini memang menyukai lingkungan yang teduh dengan pencahayaan sedang.

Sebaiknya sinar matahari tidak langsung mengenai tanaman atau hanya 10% hingga 30% dan lingkungan memiliki kelembaban sekitar 50% hingga 70% dengan suhu maksimal 30 derajat Celcius dengan sirkulasi udara yang baik.

#Media tanam yang tepat

Aglonema harus ditanam memakai media tanam yang tepat. Umumnya memakai media tanaman yang memiliki porositas yang baik dengan komposisi yang terdiri dari pakis, sekam bakar, pasir malang dan humus. Seluruh media tanam tersebut harus steril dan bebas dari penyakit dengan tingkat pH 7 yang kaya akan unsur hara.

Intinya adalah media tanam tidak boleh mengeras/memadat atau menggumpal. Ada pula pegiat tanaman aglo yang memakai campuran sekam mentah, sekam bakar, pakis oven halus dan cocopeat. Perbandingannya kira-kira 1:1:2:0,5.

#Penyiraman

Pengalaman Ella menarik jadi pertimbangan, ternyata tanaman aglo tidaklah terlalu memerlukan penyiraman intens dengan kadar air berlebihan. Mengapa demikian? Alasan utamanya karena media tanamnya poros, jadi penyiraman berlebihan atau keseringan justru akan membuat akarnya membusuk.

Disarankan menyiram aglonema dengan tidak langsung yakni dengan menggunakan spray pada daunnya agar tetap lembat. Cara ini bisa dilakukan2 atau 3 kali sehari. Ada baiknya, aglo Anda tidak ditaruh di tempat yang terkena desiran air hujan berlebihan.

#Pemupukan dan perawatan

Kebanyakan pegiat tanaman aglo hanya mengandalkan pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) untuk nutrisi tanaman ini. Untuk perawatan maksimal, jagalah kebersihan lingkungan dan media tanam agar tanaman tidak terserang penyakit.

Hama yang sering menyerang aglaonema antara lain kutu putih, ulat dan belalang, sedangkan penyakit yang sering menyerang biasanya disebabkan oleh cendawan, bakteri dan virus. Jika tanaman terserang, kita dapat menggunakan insektisida, bakterisida atau fungisida untuk pengendalian.

#Perhatikan ukuran pot

Ini pengalaman menarik yang dibagi seorang pencinta bunga bernama Robi Yansah di facebook dan juga telah diterapkan banyak penggemar aglonema. Tampaknya sepele, tapi bagian pot termasuk sisi yang paling elementer untuk tanaman bertumbuh maksimal.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2