Topan Higibis dan Pengalaman Istimewa Melihat Jepang Hadapi Bencana

Klikhijau.com - Beberapa waktu yang lalu Jepang dilanda badai topan Higibis. Badai topan yang disebut-sebut sebagai badai terkuat sejak tahun 1958. Dan memang seperti itulah kenyataannya. Saat bada...

Topan Higibis dan Pengalaman Istimewa Melihat Jepang Hadapi Bencana
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

30 menit berlalu tak satu pun bus yang datang dan terpikir bahwa sepertinya penantian ini adalah sia-sia. Bahkan pula tak ada satupun warga Jepang yang nampak berlalu Lalang di dekat halte bus tersebut.

Sepertinya perjuangan untuk meninggalkan rumah, melawan dinginnya udara saat itu dan kencangnya sapaan anak-anak Topan Higibis akan menjadi sia-sia. Mulailah badan ini berbalik arah dan sedikit demi sedikit hendak berjalan mundur. Namun, sebelum hitungan langkah kedua, nampak warna merah dari kejauhan.

Ya, bus yang ditunggu dengan hati yang getar getir pun datang. Saat itu muncullah rasa kagum kepada negara Jepang. Begitu profesionalnya mereka dalam menjalankan profesi mereka, sehingga walaupun mereka tahu bahwa pada hari itu akan disapa oleh anak-anak topan Higibis, tetap saja tak menghalangi langkah mereka untuk menjalankan kewajiban mereka.

Kewajiban mengantarkan para penumpangnya ke tempat tujuan adalah suatu hal yang lebih penting bagi mereka dibandingkan ketakutan mereka terhadap bencana Topan Higibis yang datang begitu kencangnya. Tentu saja dengan berbagai risiko buruk yang akan mereka terima.

Maka sekali lagi, Jepang membuat saya semakin terpesona. Terpesona bukan hanya karena keindahan pemandangan negaranya, namun juga keteladanan yang mereka tampakkan dalam situasi buruk sekalipun.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2