Tolong, Jangan Panggil Saya "Kamu Bau!"

Klikhijau.com - Suatu waktu di Lebanon, negeri itu nyaris tenggelam karena sampahnya sendiri. Akibatnya, sekelompok orang melakukan demonstrasi di kantor pemerintahan Lebanon, meneriakkan satu frase m...

Tolong, Jangan Panggil Saya "Kamu Bau!"
Bacakan Artikel

Di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Jakarta mulai diberlakukan sanksi tegas bagi pembuang sampah sembarangan. Selain denda puluhan juta juga ancaman pidana, tetapi apakah ini telah memberi efek jerah?

Memang Masih sulit mengukur dampaknya. Faktanya, ada pula sejumlah daerah yang mengeluarkan Perda larangan buang sampah, tetapi aksi buang sampah pun tetap saja merajalela.

Saya sendiri belum pernah menjumpai ada seseorang yang melaporkan orang lain karena kasus membuang sampah sembarangan. Belum pernah juga ada kejadian, ada orang yang ditangkap warga lantaran kedapatan buang sampah.

Faktanya, perilaku buang sampah sembarangan masih dianggap perilaku yang tak membahayakan.

Padahal, kalau kita telaah akan bahaya sampah terhadap manusia dan lingkungan, maka pelaku pembuang sampah bisa disejajarkan dengan teroris, pembunuh, atau aksi kriminal keras lainnya. Itu karena dampak dari perbuatan membuang sampah sangat laten dan massif.

Apa perlu kita memberi label pada pembuang sampah sembarangan dengan frase "kamu bau!" Atau menempeli rumahnya dengan tulisan "kamu bau!" Saya kira siapa saja tak sudi dipanggil "kamu bau!" Ini sebuah nada penghinaan paling fundamental.

Tetapi, rasanya bolehlah dicoba. Siapa tahu dengan sematan "kamu bau" tak ada lagi sampah di antara kita. Setidaknya membuktikan pernyataan subcomandante marcos bahwa kata adalah senjata (our word is our weapon).

Hingga suatu waktu orang-orang berseru memohon: "tolong jangan panggil saya "kamu bau" sebab saya buang sampah di tempatnya!"

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2