Waspada, Penyakit Ini Mengintai Anda Bila Sering Buang Sampah Sembarangan!

Klikhijau.com - Buang sampah sembarangan sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Hal ini penting terus-menerus dikampanyekan agar kesadaran menangani sampah akan menjelma sebagai budaya. Ap...

Waspada, Penyakit Ini Mengintai Anda Bila Sering Buang Sampah Sembarangan!
Bacakan Artikel
IT

IT

Smart Mediatama Indonesia

Klikhijau.com - Buang sampah sembarangan sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Hal ini penting terus-menerus dikampanyekan agar kesadaran menangani sampah akan menjelma sebagai budaya.

Apa saja bahaya buang sampah sembarangan untuk kesehatan?

Sampah atau limbah, seperti sisa makanan, plastik, rokok, dan kertas, baiknya dibuang di tempat sampah. Sebab, jika tidak, sampah-sampah akan menumpuk sehingga busuk dan menyebarkan bau tak sedap.

Sampah yang menumpuk dan bertebaran di mana-mana, terutama sampah sisa makanan, biasanya akan membusuk dan menjadi tempat berkembang biak yang ideal untuk kuman.

Jika lalat, kecoa, atau tikus menyentuh sampah-sampah dan secara tidak sengaja tangan manusia juga ikut bersentuhan, hal itu menjadi salah satu cara penularan kuman-kuman dari sampah ke orang lainnya. Bayangkan jika lalat atau kecoa yang baru saja bertengger di atas tumpukan sampah kemudian hinggap di atas makanan Anda.

[irp posts="2284" name="Tolong, Jangan Panggil Saya Kamu Bau!""]

Berikut adalah beberapa penyakit yang mengintai akibat buang sampah sembarangan.

Hepatitis A

Virus Hepatitis A dapat menyebar melalui sampah. Virus ini menyebabkan adanya gangguan fungsi hati akut. Penyebaran virus hepatitis A terjadi akibat kontaminasi makanan dan air yang kemudian keduanya dikonsumsi oleh orang yang sehat.
Disentri

Disentri adalah radang usus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir. Diare sendiri ditandai dengan sering buang air besar yang lunak atau cair. Kondisi ini disebabkan oleh amuba dan bakteri yang banyak ditemukan pada sampah yang berserakan.

Bakteri penyebab disentri juga dapat berpindah ke manusia setelah melakukan kontak langsung dengan bakteri pada feses (misalnya, karena tidak mencuci tangan dengan bersih sehabis buang air besar). Bakteri ini juga dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, atau berenang di air yang tercemar. Penyakit ini sangat menular. Jika tidak segera ditangani, disentri dapat menyebabkan dehidrasi berat yang mengancam jiwa.

Salmonellosis

Salmonellosis adalah penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri Salmonella di dalam perut dan usus. Sebagian besar pasien dengan infeksi ringan akan sembuh dalam waktu 4-7 hari tanpa pengobatan. Penularan dapat terjadi ketika orang makan makanan yang terkontaminasi bakteri (seperti makan di restoran yang sama). Beberapa orang dengan diare akut dirawat di rumah sakit untuk diinfus dan memperoleh antibiotik.

[irp]

Sebagian besar pasien Salmonellosis hidup dalam kondisi lingkungan yang miskin, berpolusi, dan kebanyakan dekat dengan lingkungan yang penuh sampah di mana-mana. Oleh karena itu, kualitas kebersihan makanan dapat meningkatkan risiko makanan beracun dan infeksi lainnya. Selain itu, Anda juga berisiko tinggi terkena Salmonellosis jika Anda melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

Penyakit pes

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersina pestisia yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Umumnya, penyakit pes tersebar di daerah yang lingkungan padat penduduk dan pastinya memiliki tingkat kebersihan yang buruk alias sampah tersebar di mana-mana. Komplikasi penyakit dari tikus ini bisa berujung pada meningitis, bahkan kematian.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2