Tersebutlah Daun Bandotan

Tersebutlah Daun Bandotan   di jendela, hujan bermain-main dengan angin sebelum membenam diri ke tanah tumbuhkan rumput bandotan di halaman rumah saat kemarau tahun kemarin rumput itu t...

Tersebutlah Daun Bandotan
Bacakan Artikel

kau jadi pelukan
aku jadi kecupan

hujan selalu saja memanggil hangat
dan semua kenangan

kau selalu benci hujan
sebab tak mengeringkan jemuran

aku selalu menyukai hujan
sebab bisa memanja dalam pelukmu
selama matahari tak muncul

diam-diam aku selalu berdoa
hujan saja sepanjang hari

doa itu terkabul pada suatu waktu di akhir tahun
hujan benar-benar lupa cara berhenti

aku dan kau tak beranjak keluar rumah
bergelas-gelas kopi kita tandaskan

pada kopi yang kesekian
gemuruh tetiba datang

gunung di sebelah barat rumah longsor
kebun kopi tertimbun
air sungai membawa lumpur berton-ton menuju kota, menuju laut

sejak itu, aku tak pernah lagi berdoa agar hujan sepanjang hari

tapi, aku masih selalu suka,kita berkejaran dalam hujan
aku berubah kecupan
kau menjelma pelukan

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: