Terbuat dari Sampah Plastik, Gelang Tikos ini Memberi Motivasi Pada Tiap Warnanya

oleh -850 kali dilihat
Terbuat dari Sampah Plastik, Gelang Tikos ini Memberi Motivasi Pada Tiap Warnanya
Gelang tikos/foto-www.capeclasp.com
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

[hijau]Sampah plastik di lautan disulap jadi gelang modis[/hijau]

Klikhijau.com – Pernahkah kamu bayangkan sebuah gelang plastik daur ulang melingkar di tanganmu? Sebelum menjadi gelang tikos, plastik itu berserakan di lautan sebagai sampah yang mencemaskan. Bagaimana bisa sampah-sampah itu jadi gelang tikos yang modis dan bisa mengubah penampilanmu?

Jika pertanyaan itu kamu sodorkan ke perusahaan yang bernama Cape Clasp. Maka akan dijawab, semua bermula dari keinginan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Keinginan itu membuat perusahaan yang berbasis di Falmouth, Massachusetts, menciptakan gelang tikós yang bahannya 100 % dari sampah plastik di lautan.

KLIK INI:  Ello Jello, Gelas Karya Anak Bangsa yang Ramah Lingkungan dan Bisa Dimakan

Selain terbuat dari hasil daur ulang sampah plastik, sebagaimana ditulis Diki Suherlan di greeners.co. Gelang sederhana ini tersedia dalam 4 warna. Keempatnya masing-masing memiliki pesan pengingat serta motivasi berbeda bagi pemakainya.

Tan/Krem: “Clean the Coast” mengingatkan konsumen untuk membawa kantong sampah dan mengambil puing-puing sampah plastik ketika berada di pantai.

Hitam: “Skip the Straw” mengingatkan konsumen untuk membawa sedotan yang dapat digunakan kembali saat memesan makanan atau minuman. Sedotan plastik adalah salah satu limbah utama yang menyumbat pantai dan membahayakan satwa laut.

Biru: “Bring a Bag” mengingatkan konsumen untuk membawa tas belanja sendiri yang dapat digunakan kembali untuk membantu melestarikan sumber daya alam seperti minyak bumi (plastik) dan pohon (kertas).

Teal/Hijau Kebiruan: “Keep the Cup” mengingatkan konsumen untuk membawa cangkir sendiri untuk diisi ulang dan menghindari penggunaan gelas atau cup plastik sekali pakai.

KLIK INI:  Pela, Pelindung Ponsel yang Ramah Lingkungan
Ubah kebiasaan menggunaka plastik sekali pakai

Patrick Clarke, yang merupakan pendiri perusahaan Cape Clasp berharap,perusahaannya tidak hanya mengubah sampah plastik menjadi suatu produk atau mengurangi limbah dari tempat pembuangan sampah. Tapi bisa mengubah kebiasaan orang-orang yang menggunakan plastik sekali pakai yang saat ini membahayakan hewan laut.

“Menciptakan pasar baru untuk plastik laut akan mendorong penghapusannya, tetapi itu tidak akan cukup untuk melindungi kehidupan laut,” kata Patrick Clarke, sebagaimana dikutip dari Inhabitat.

Dia juga menambahkan bahwatTidak peduli berapa banyak plastik yang kita keluarkan dari air. Mereka akan selalu ada dan bertambah lebih banyak kecuali kita mengubah kebiasaan kita.

Menurutnya Dengan mengubah kebiasaan sehari-hari kita dalam menggunakan plastik secara kolektif, kita dapat membuat dampak yang besar untuk lingkungan.

KLIK INI:  Di Tangan Tien, Rumput Liar Menjelma Sedotan Ramah Lingkungan

Dia percaya bahwa pendidikan tentang plastik adalah alat yang lebih kuat daripada daur ulang. Dengan misi membersihkan laut dari sampah plastik, Cape Clasp telah bermitra dengan Cape Cod National Seashore.

Perusahaan ini menyumbangkan 15 persen dari keuntungannya ke berbagai organisasi nirlaba yang bekerja untuk melindungi lumba-lumba, paus, penyu dan hiu. Misi ini dikampanyekan melalui aksi #makewaves.

Pada laman resmi perusahaan ini, mengungkapkan jika gelang Tikós saat ini dijual seharga 278 ribu rupiah per unit-nya. Cape Clasp mengklaim bahwa gelang buatannya ini awet. Bisa tahan lama dan sama halnya dengan proses terurainya sampah plastik di lautan.

Bagaimana tertarik memilikinya? Sayangnya hingga kini belum ada info apakah gelang ini sudah sampai di tanah air atau belum.

KLIK INI:  10 Hijab Ramah Lingkungan yang Perlu Diketahui Para Hijabers