Kopi di Separuh Napas Ayah
Kopi dan Separuh Napas Ayah angin menyusup dari celah dinding. bawa aroma pohon kopi yang buahnya telah berpindah ke dalam gelas. tunggui mulut meng...
Klikhijau.com merupakan media berbasis online yang concern pada isu lingkungan, kehutanan dan gaya hidup ramah lingkungan. Selain menerbitkan artikel dan liputan, Klikhijau juga aktif dalam program edukasi dan pendampingan dalam upaya menguatkan literasi lingkungan dalam masyarakat.
Kopi dan Separuh Napas Ayah angin menyusup dari celah dinding. bawa aroma pohon kopi yang buahnya telah berpindah ke dalam gelas. tunggui mulut meng...
“Jangan ke sana!” teriakanku menggema, terdengar seperti suatu hardikan. “Kenapa? Bukankah itu yang kau inginkan?” Tanyanya tanpa berpaling. Ia tetap saja me...
Kayu yang Lapuk di Mata Ayah Aku tak tahu rahasia apa yang ayah sembunyikan rapat-rapat dari ibu Ketika aku berusaha mencuri dengar Suara dobraka...
Sudah lama dia susah tidur. Itu terlihat dari kantong matanya yang tebal. Ada lingkaran hitam di kelopaknya. Matanya terlihat lelah. Sejak kepergian suaminya, ...
Kepalaku sedang dihuni banyak belatung. Mereka berkembang biak sangat cepat. Memakan semua kenangan dan ingatan di dalam otakku. Tak ada lagi ingatan yang bisa...
Kecamuk Cuaca Tuhan menciptakan matahari Yang setia menyambut pagi Dan tanaman padi Hijau sepanjang perjalanan tadi Telah lama terpenjara Manu...
Kursi Lalu Tanah pagi ketuki mata yang mengantuk gerah rampas lelap semalam bersama dengung nyamuk di telinga subuh tiba, lelap pun baru hinggap...
Klikhijau.com – Pernahkah kamu berjalan ke sebuah rak buku berisi novel? Lalu menarik salah satu isinya karena tertarik pada judulnya. Judul sebuah novel bia...
Klikhijau.com – Puisi Sapardi Djoko Damono memiliki daya pikat yang kuat. Diksi yang digunakan sederhana namun memukau. Puisi Sapardi Djoko Damono banyak men...
Riuh. Orang-orang berhamburan keluar rumah menyelamatkan cengkih yang sedang dijemur agar tidak basah. Hujan tiba-tiba saja datang padahal sedang terik. Bias...
sepanjang jalan antara rumahku dan rumahmu pohon-pohon telah ditebangi kita bisa saling melihat atap rumah masing-masing ……..cokelat tua…. dan napasmu yan...
tibalah daun itu pada kuncupnya. tebarkan hijau. tandai waktu kita berjalan terus ke rawa-rawa benamkan kaki dalam lumpur kita berkejaran ke laut, membaurkan...