Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Kopi di Separuh Napas Ayah

Kopi  dan Separuh Napas Ayah   angin menyusup dari celah dinding. bawa aroma pohon kopi yang buahnya telah berpindah ke dalam gelas. tunggui mulut mengajaknya mendingin di dalam tubuh tak...

Oleh Irhyl R Makkatutu 07 Jul 2024 13:13 2 menit baca

Kopi  dan Separuh Napas Ayah

  angin menyusup dari celah dinding. bawa aroma pohon kopi yang buahnya telah berpindah ke dalam gelas. tunggui mulut mengajaknya mendingin di dalam tubuh tak ada lagi warna merah cerah. kopi telah berubah hitam pekat, tak lama lagi mengalir ke aliran darah. jadi cerita panjang pada malam-malam gerimis seorang lelaki kehilangan separuh napas memikul kopi yang baru dipetiknya, ia menggadai kesehatannya. bertarung dalam hujan yang terus tiba membawa wajah banjir dan tanah longsor, juga wajah anaknya di kota seberang. di sebuah warkop, sepasang remaja menyeruput kopi. mereka lupa wajah ayahnya yang kehilangan separuh napasnya memikul kopi, demi sebuah story di media sosial 2024 [irp]

Ikan dalam Kepala

  malam-malam kau memikul pasar ke atas bukit itu. kau ingin membuat kolam untuk ikan-ikan. ikan yang tiap hari berenang di kepalamu sebagai saha di atas bukit itu, kau menggali tanah, lalu menemboknya agar air tak tumpah ke dalam celana dalammu berhari-hari setelah kolam ikan itu usai. kau pergi ke danau memancing ikan. dan istrimu setia menunggu pagandeng di pinggir jalan. ia selalu tahu kau suka ikan bolu yang ditumis dengan lombok keriting. sepulang dari memancing, kau akan lahap melahap ikan bolu tumis buatan istrimu. dan ikan yang kau tangkap itu, kau bawa ke atas bukit, melepasnya di kolam itu. ikan-ikan di dalam kolammu bertambah, kau terus menggali tanah, membuatnya lebih luas. juni menua dan berganti juli, hujan tiba lebih sering dari asap dapur. ikan-ikan di atas bukit itu menari dalam rintik hujan yang jatuh dengan puitik ke dalam kolam. air semakin meruah, kolam itu penuh lalu jebol. air tak hanya masuk ke dalam celana dalammu, juga pada kamar, ruang tamu, dan lemari. ikan-ikan berpindah ke kepalamu sebagai saha dan istrimu entah berpindah ke dapur siapa 2024 [irp]

Beburung dan Sebuah Kafe

  tomat telah memerah di ladang. kau tak memetiknya. membiarkannya jatuh ke tanah jadi apa saja. kau ingin cacing rasakan memakan saus tomat ala restoran dan beburung meminum airnya serupa jus tomat dari sebuah kafe di tengah kota kau tahu, tak ada cacing pernah ke restoran, tapi banyak beburung sering keluar masuk kafe sambil membawa tomat yang memerah darah [irp]
Topik terkait
#kopi #puisi lingkungan #sastra ekologis #kopi  dan separuh napas ayah