Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Kecamuk Cuaca

Kecamuk Cuaca   Tuhan menciptakan matahari Yang setia menyambut pagi Dan tanaman padi Hijau sepanjang perjalanan tadi Telah lama terpenjara Manusia-manusia menua dalam kata kerja Meri...

Oleh Nona Reni 29 May 2021 10:38 2 menit baca

Kecamuk Cuaca

  Tuhan menciptakan matahari Yang setia menyambut pagi Dan tanaman padi Hijau sepanjang perjalanan tadi Telah lama terpenjara Manusia-manusia menua dalam kata kerja Meritus pundi-pundi rupiah Yang segera habis tak bersisa Apa yang diajarkan Tuhan pagi ini? Tentang seberapa panas matahari dibanding api? Atau seberapa luas bumi untuk dihuni? Ah, kecamuk... Sisa hujan sepanjang jalan Baliho pestisida sepanjang pematang Cuaca tak lagi sedang ingin berembuk. Mei 2021
======

Menjelang Pagi Tiba

  Ada yang lebih dulu diusir embun dan kantuk Sebelum beberapa pasang mata terjaga Percakapan sunyi antara bintang dan pematang Terseret oleh geliat-geliat penduduk desa. Terpelihara dari raungan mesin-mesin diesel. Tuhan bukankah begitu piawai memaparkan cita-rasa sastrawi yang tinggi Menghadirkan inspirasi baru di antara gunung-gunung yang menjulang Menggapai-gapai puncak yang sering gagal didaki Lalu dihamparkananya permadani hijau seperti tenunan baju tokko na lipa sabbe sebagai pelipur lara. Oh, aduhai Maheza Dengarlah seluruh semesta bertasbih memujaNya Mei 2021
=====

Perburuan Terakhir

  Nenek pernah bercerita Suatu hari seorang bandit memasuki sebuah hutan Ia mengajak semua penghuninya pindah ke kota Ada gerombolan Singa, Rusa, Gajah dan Jerapah Termakan omongan bandit tentang hingar-bingarnya kota Mereka pun berangkat diam-diam Satu persatu, mereka dimasukkan ke dalam kerangkeng besi. Diangkut dalam peti kemas demi peti kemas tak berdokumen Sayang, aku tidak pernah tahu akhir kisah mereka. Karena aku selalu tertidur sebelum nenek mengakhiri ceritanya Mei 2021 Biodata penulis: Nona Reni, gadis kelahiran 1 Juli ini selain gemar bercerita, juga gemar menjual buku. Kebanyakan karyanya memakai nama pena NN, atau lebih akrab disebut Nona Reni. [irp]
Topik terkait
#puisi #puisi lingkungan #sastra ekologis #sastra dan lingkungan #nur aini #kecamuk cuaca