Tafsir Hujan

Klikhijau.com - Saya sudah nyaris bisa mendengar nyanyian rumput-rumput liar dan alunan merdunya musik dedaunan yang diterpa tetesan air hujan. Ini mungkin karena saya larut kenangan masa kecil. In...

Tafsir Hujan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Saya sudah nyaris bisa mendengar nyanyian rumput-rumput liar dan alunan merdunya musik dedaunan yang diterpa tetesan air hujan. Ini mungkin karena saya larut kenangan masa kecil.

Ingatan suasana dan ikut menari bersama dahan-dahan rindang yang mulai nampak kedinginan. Berlari-lari sambil tertawa di ladang-ladang di mana pepohonan terhampar.

Ingatan waktu di masa lalu, seolah memanggil kembali. Potret hujan yang datang kali ini menjadi momen yang jernih menautkan kenangan sekaligus melibatkan imajinasi.

Saat-saat seperti ini bukanlah waktu yang tepat menunggu butiran air dari langit untuk segera berlalu. Ini tentang keharusan belajar menafsir hujan dalam keseimbangan bumi.

Kini hujan yang datang, sudah tak lagi ramah. Tak ada keceriaan seperti dulu. Tak ada lambaian dedaunan yang hangat menyapa. Tidak tampak lagi pandangan yang menghijaukan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: