Surga Penelitian Biodiversitas itu Bernama Indonesia

Klikhijau.com โ€“ Sebanyak 49 taksa baru ditemukan oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada tahun 2023 lalu. Penemuan tersebut didominasi oleh fauna. Jumlahnya 1 marga, 38 spesies,...

Surga Penelitian Biodiversitas itu Bernama Indonesia
Bacakan Artikel

Dengan SDM periset, anggaran dan infrastruktur yang maju bisa dianggap riset biodiversitas selesai di negaranya. Sehingga mereka mengincar negara-negara dengan biodiversitas tinggi yang kebanyakan adalah negara berkembang untuk bekerja sama dalam riset biodiversitas.

โ€œBRIN menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri, seperti lembaga riset, universitas, dan NGO. Kolaborasi menjadi kunci untuk mengatasi kendala-kendala seperti SDM, anggaran, dan infrastruktur dalam riset biodiversitas,โ€ tandas Bayu.

[irp]

Langkah selanjutnya yang dilakukan setelah penemuan taksa tersebut oleh BRIN menurutnya adalah melakukan identifikasi dan studi lebih lanjut terhadap spesies baru tersebut. Hal ini meliputi studi biologinya, pemanfaatan atau bioprospeksi, serta upaya konservasi jika diperlukan.

Penemuan jenis baru membuka potensi baru dalam pemahaman kita akan keanekaragaman hayati dan mendesak perlunya perlindungan dan pelestarian spesies-spesies tersebut mengingat berbagai ancaman yang mereka hadapi.

Tidak muda menentukan jenis taksa baru

Sementara itu, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Amir Hamidy menjelaskan proses pencarian dan identifikasi 49 taksa baru yang baru-baru ini diumumkan. Penemuan itu melalui serangkaian eksplorasi sebelumnya dan validasi spesimen yang ada, peneliti BRIN berhasil mengungkapkan keberadaan taksa-taksa baru yang mengagumkan.

Penentuan taksa atau spesies apakah taksa baru atau bukan. Menurut Amir harus melalui beberapa kriteria utama, termasuk karakter morfologi, molekuler, fisiologi, dan ekologi.

[irp]

โ€œPengamatan mendalam terhadap ciri-ciri ini membantu para peneliti dalam mengklasifikasikan dan mengidentifikasi spesies baru dengan akurat,โ€ ungkapnya.

Dalam penentuan sebuah taksa baru juga butuh waktu. Meski waktunya sangat bervariasi, bisa kurang dari satu tahun atau bahkan lebih dari 30 tahun. Penentuannya tergantung pada sejauh mana penelitian manusia telah mempelajari taksa tersebut.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: