Stunting di Indonesia dan Peran Sumber Pangan Lokal sebagai Solusi

Klikhijau.com - Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan anak yang kurang dari standar usia mereka. Menurut data dari Ke...

Stunting di Indonesia dan Peran Sumber Pangan Lokal sebagai Solusi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan anak yang kurang dari standar usia mereka.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi stunting pada anak balita mencapai 24,4% pada tahun 2022 (Kementerian Kesehatan RI, 2022). Stunting berdampak negatif pada perkembangan fisik dan kognitif anak, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka di masa depan.

Masalah ini sebagian besar disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang sering kali berkaitan dengan pola makan yang kurang beragam dan berkualitas.

[irp]

Penyebab utama stunting meliputi kekurangan asupan gizi, infeksi, serta sanitasi dan kebersihan yang buruk. Penelitian oleh Dewi et al. (2021) menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami kekurangan gizi pada masa awal kehidupan lebih rentan terhadap stunting.

Kurangnya asupan mikronutrien penting seperti vitamin A, zat besi, dan zinc juga berkontribusi terhadap masalah ini (Rahmawati & Susilowati, 2020). Selain itu, faktor sosial-ekonomi dan pendidikan orang tua memainkan peran penting dalam menentukan kualitas gizi anak-anak.

Inisiatif  Pemerintah dan Keterlibatan Masyarakat dalam Edukasi

Pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program untuk mengatasi stunting dengan memanfaatkan sumber pangan lokal. Program seperti Gerakan Nasional Pencegahan Stunting (GNPS) dan bantuan pangan sosial bertujuan untuk meningkatkan akses dan konsumsi pangan bergizi.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: