Bahaya Stunting (Kekerdilan) bagi Kualitas SDM Indonesia

Klikijau.com โ€“ Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) menyatakan, faktor lingkungan yang buruk menyumbang 40 persen dari seluruh faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah stunting (kekerdilan...

Bahaya Stunting (Kekerdilan) bagi Kualitas SDM Indonesia
Bacakan Artikel

Klikijau.com โ€“ Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) menyatakan, faktor lingkungan yang buruk menyumbang 40 persen dari seluruh faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah stunting (kekerdilan) di Indonesia.

Sedangkan 30 persennya disumbang oleh perubahan perilaku masyarakat, 20 persen oleh layanan kesehatan, dan 10 persen faktor genetik.

"Artinya, perubahan perilaku mutlak harus dilakukan apabila ingin mereduksi angka 'stunting'," kata Riskiyana Sukandhi Putra, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan.

Seperti dilansir ANTARA, Rabu, 16 Oktober 2019, angka anak kerdil di Indonesia sebesar 30,8 persen menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Berarti pula sepertiga anak balita Indonesia mengalami kekerdilan.

[irp]

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: