Studi; Tertawa Bisa Jadi Terapi Efektif dalam Mengatasi Penyakit Mata Kering

Klikhijau.com – Penyakit mata kering atau dry eye syndrome (DED) menghinggapi sekitar 360 juta orang. Mereka hidup dengan cara harus berkedip terus-menerus. Tentu itu akan sangat tidak enak. Mata k...

Studi; Tertawa Bisa Jadi Terapi Efektif dalam Mengatasi Penyakit Mata Kering
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Penyakit mata kering atau dry eye syndrome (DED) menghinggapi sekitar 360 juta orang. Mereka hidup dengan cara harus berkedip terus-menerus. Tentu itu akan sangat tidak enak.

Mata kering menurut laman siloamhospitals merupakan kondisi ketika mata tidak mengandung air mata yang cukup untuk melumasi lapisan mata. Kondisi ini dikenal dengan istilah keratoconjunctivitis sicca.

Penyakit mata kering dapat membuat penderitanya mengeluhkan rasa tidak nyaman di sekitar mata, seperti gatal, nyeri, atau bahkan penglihatan kabur.

Banyak faktor yang menyebabkan penyakit ini, di antaranya produksi air mata yang menurun dan peningkatan penguapan air mata.

Dalam mencegah penyakit ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan, misalnya menghindari paparan polusi udara atau angin dari pendingin ruangan, kipas, dan pengering rambut, berkedip secara teratur saat sedang membaca atau menggunakan komputer dan smartphone.

Selain itu, cara lainnya adalah mengistirahatkan mata selama beberapa saat ketika menggunakan komputer atau smartphone, menggunakan kacamata hitam jika ingin beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung dan udara kering hingga tida merokok.

Dan untuk penyembuhannya, para penderita bisa menggunakan obat yang diresepkan dokter atau menggunakan lensa kontak khusus.

Mengobati dengan tertawa

Cara terbaru untuk mengobati penyakit ini menurut sebuah uji klinis dari Tiongkok yang  diterbitkan oleh The BMJ adalah dengan tertawa.

Dilansir dari Earth, studi ilmiah memang telah lama mendukung terapi tawa sebagai obat yang ampuh, terutama bagi pasien yang menghadapi depresi, stres, kecemasan, dan nyeri kronis.

Efek penyembuhan dari tertawa telah diamati pada pasien dengan beragam kondisi medis seperti gangguan kesehatan mental, kanker, dan diabetes.

Namun, temuan  uji klinis Tiongkok tersebut cukup mengejutkan dan memberi harapan baru bagi penderita penyakit ini,  yakni terapi tawa mungkin juga dapat menyembuhkan DED.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2