Sokko na Palopo’, Kuliner Khas Sulsel yang Bisa Jadi Ide Bisnis Rumahan

oleh -74 kali dilihat
Sokko Palopo’, Kuliner Khas Sulsel yang Bisa Jadi Ide Bisnis Rumahan
Sokko na palopo-foto/Ist

Klikhijau.com – Kuliner khas Sulawesi Selatan tak pernah gagal membuat penikmatnya ketagihan. Pun pilihannya sangat banyak. Tak hanya coto dan pallu basah.

Sulsel adalah memang merupakan provinsi yang dikaruniai beragam jenis kuliner, yang masih kokoh bertahan hingga kini. Namun demikian tak semua jenis kuliner khas itu mudah ditemukan.

Ada kuliner yang hanya bisa dinikmati pada momen tertentu, misalnya saat ada pesta atau jelang masuk bulan Ramadan.

Saat akan memasuki bulan Ramadan, ada satu kuliner yang nyaris tak pernah ketinggalan. Namanya Sokko na Palopo’ atau Sokko Palopo’. Nama tersebut adalah gabungan dari dua kata, yakni sokko dan palopo’.

KLIK INI:  Darubiah, Desa Wisata di Selatan Sulsel dengan 10 Destinasi Andalan

Sokko dalam bahasa Bugis artinya artinya nasi yang terbuat dari beras ketan. Sedangkan palopo’ artinya gula merah.

Selain namanya yang terdiri dari dua kata, kuliner ini juga berdiri sendiri atau tak bercampur. Sokko akan menempati tempat yang lain, begitu pula dengan palopo. Pun cara masaknya berbeda wadah.

Cara makan kuliner ini adalah, sokko dicocol ke dalam palopo’

Simbol rasa syukur

Sokko palopo terbilang unik, kuliner ini memiliki perpaduan rasa beras ketan yang legit dan gurih bercampur manisnya gula merah.

Kuliner khas yang mulai langka ini merupakan simbolisasi rasa syukur kepada Tuhan dalam mengharap keberkahan, khusus pada bulan puasa. Di mana kuliner ini kerap disajikan jelang Ramadan.

Selain di bulan Ramadan, kuliner ini biasanya akan hadir di pesta adat/pesta rakyat maupun pesta pengantin. Jika di Bugis, mappaboting atau lebih dikenal dengan pesta pernikahan harus dilengkapi dengan erang-erang (seserahan) yang dilengkapi dengan pattenre kawin (sokko na Palopo). Budaya ini merupakan adat istiadat yang disusun dalam pangadereng.

KLIK INI:  Agar Tak Cepat Basi, Ketupat Juga Perlu Diakali, Begini Caranya!

Hal itu tak asal dilakukan, tapi  ada nilai historis dan filosofis yang termuat di dalamnya, lho sahabat hijau.

Rosmawati (55) warga Desa Allimbangeng, Kecamatan Lilirilau, Soppeng yang ditemui saat menjadi pengantar pengantin mempelai pria, mengungkapkan bahwa Sokko dan Palopo ini wajib ada sebagai sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan dan mengharapkan keberkahan pada apa yang diusahakan kedua keluarga yang berbahagia ini.

“Diharapkan dengan adanya kedua kudapan ini, kehidupan yang akan dijalani kedua belah mempelai akan senantiasa malunra na maccenning,” ungkapnya.

Hal menarik lainnya dari kudapan/kuliner tradisional ini adalah  bahan dan cara pembuatannya sangat mudah.

Untuk sokko cukup memilih beras ketan terbaik lalu direndam beberapa jam. Setelah itu kukus setengah matang.  Setelah setengah matang, angkat dan siram dengan santan kental. Biarkan menyerap dan kemudian kukus kembali hingga matang.

KLIK INI:  3 Peristiwa Alam yang Mengiringi Turunnya Manusia Pertama ke Bumi

Sedangkan pembuatan palopo sendiri juga cukup simple, hanya butuh gula merah, telur, daun pandan, dan santan.

Gula merah ini diraut halus, lalu dicampur dengan telur. Untuk resep aslinya sendiri pencampuran gula dan telur ini diaduk memakai tangan, setelah yakin tak ada bagian yang menggumpal barulah santan kental dimasukkan kemudian dimasak di api cenderung kecil dan diaduk secara terus menerus.

Namun diresep yang berkembang sekarang lebih praktis. Cukup melelehkan gula merah dengan air, jika telah leleh dicampur santan dan telur lantas diaduk sampai kekentalan yang disukai.

Nah, barangkali sahabat hijau ada yang tertarik dan ingin mencoba menjadikannya ide bisnis rumahan? Disilakan…!!!

KLIK INI:  Pada 5 Bumbu Desa Ini Ada Khasiat Istimewa untuk Daya Tahan Tubuh