Sengkarut di Pesisir Takalar dan 6 Tuntutan Aliansi Selamatkan Pesisir

Klikhijau.com - Langit sedikit mendung di langit Makassar, di pantai losari pada minggu sore 13 Januari kemarin. Puluhan aktivis dan nelayan berkumpul untuk menyuarakan aspirasi dari pesisir. Merek...

Sengkarut di Pesisir Takalar dan 6 Tuntutan Aliansi Selamatkan Pesisir
Bacakan Artikel

[irp]

Dalam aksinya, WALHI dan ASP memastikan bahwa penyebab kerusakan laut disebabkan oleh dua proyek raksasa tersebut yang menghancurkan pesisir Kota Makassar seperti pembangunan Center Point of Indonesia (CPI) dan pembangunan pelabuhan, Makassar New Port (MNP).

Selain menghancurkan pesisir, pembangunan tersebut menghilangkan hak nelayan untuk mengelola laut dalam mengakses hasil laut, proyek tersebut mengkriminalisasi masyarakat pesisir dan nelayan.

Menurut catatan WALHI Sulsel bahwa pada tahun 2016 terdapat 43 kepala keluarga digusur dan diusir dari tempat tinggalnya hanya untuk membangun proyek CPI.

Masalah di Kota Makassar menyasar di Kabupaten Takalar, tahun kemarin di Kabupaten Takalar terjadi penambangan pasir laut secara ilegal oleh Kapal Boskalis Je dan Nul, pengambilan pasir tersebut untuk menimbun proyek CPI.

Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat pesisir dan nelayan Takalar disebabkan oleh aktivitas penambangan pasir laut adalah berkurangnya pendapat nalayan, rusaknya biota laut, abrasi 25-30 Meter dari pantai.

Selain itu ada tiga kuburan masyarakat di Galesong Raya rusak disebabkan tambang pasir.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: