Selamat, TWA Menipo Resmi Dinobatkan sebagai Situs Ramsar ke 8 Indonesia

Klikhijau.com - Taman Wisata Alam (TWA) Menipo resmi dinobatkan sebagai Situs Ramsar oleh Sekretariat Konvensi Ramsar. TWA yang terletak di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut menj...

Selamat, TWA Menipo Resmi Dinobatkan sebagai Situs Ramsar ke 8 Indonesia
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Taman Wisata Alam (TWA) Menipo resmi dinobatkan sebagai Situs Ramsar oleh Sekretariat Konvensi Ramsar. TWA yang terletak di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut menjadi Situs Ramsar ke-8 di Indonesia.

Sebelumnya Indonesia telah memiliki 7 Situs Ramsar atau Ramsar Site, yakni Taman Nasional Berbak, Kawasan Taman Nasional Sembilang, Taman Nasional Danau Sentarum,  Taman Nasional Wasur,  Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai,  Suaka Margasatwa Pulau Rambut, dan  Taman Nasional Tanjung Puting

Situs Ramsar sendiri merupakan kawasan-kawasan yang ditetapkan untuk melindungi kelestarian dan fungsi lahan basah di dunia—yang bermula pada Konvensi Lahan Basah 2 Februari 1971 lampau di Kota Ramsar, Iran. Karena letaknya di Ramsar, maka konvensi ini kemudian disebut sebagai Konvensi Ramsar.

Peresmian TWA Menipo sebagai Situs Ramsar ke 8 Indonesia, ditandai dengan penyerahan sertifikat yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Konvensi Ramsar, Musonda Mumba, kepada Wakil Menteri LHK, Alue Dohong, pada Bilateral Meeting antara KLHK dan Sekretariat Konvensi Ramsar yang dilakukan pada rangkaian kegiatan World Water Forum ke-10 di Bali, pada tanggal 22 Mei 2024 lalu.

Sebelumnya, TWA Menipo dinilai telah memenuhi semua kriteria internasional untuk ditetapkan sebagai Situs Ramsar pada tanggal 22 April 2024.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), sebagai Administrative Authority Konvensi Ramsar, Satyawan Pudyatmoko menjelaskan TWA Menipo merupakan kawasan pelestarian alam di bawah pengelolaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT).

"Pengakuan internasional akan keberadaan lahan basah pada kawasan konservasi menjadi Situs Ramsar memiliki arti penting," ungkapnya.

Arti penting tersebut diantaranya dapat membangun networking yang lebih luas dengan negara-negara anggota Konvensi Ramsar, menjamin perlindungan bagi satwa yang bermigrasi saat melakukan pergerakan setiap tahunnya, dan mendorong pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan, serta menjalankan kepatuhan terhadap kebijakan pengelolaan lahan basah di tingkat lokal, nasional, dan internasional.

Memiliki potensi keanekaragaman hayati yang sangat tinggi

TWA Menipo ditetapkan sebagai Situs Ramsar (Situs No. 2543) karena telah memenuhi kriteria sebagai area penting secara internasional, yaitu memiliki karakteristik jenis lahan basah alami, langka atau unik; mendukung spesies rentan, terancam punah atau kritis; mendukung populasi spesies tumbuhan dan/atau satwa yang penting bagi pemeliharaan keanekaragaman hayati; dan mendukung spesies tumbuhan dan/atau satwa melewati masa kritis dalam siklus hidupnya atau sebagai tempat perlindungan dalam situasi yang buruk.

Situs Ramsar ke-8 di Indonesia ini memiliki potensi keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, diantaranya memiliki 30 jenis burung yang terdiri dari dua kelompok besar, yakni burung air dan burung terestrial.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2