Klikhijau.com – Rakun (Procyon lotor) adalah hewan penjelajah malam. Hewan yang terkenal cerdas ini memang aktif di malam hari.
Di habitat aslinya, ia hidup di hutan, dekat sumber air, atau bahkan di daerah urban. Ia adalah mamalia yang berasal dari Amerika Utara.
Saat ini, hewan yang terkenal adaptif ini telah banyak yang menjadikannya hewan peliharaan, termasuk di Indonesia.
“Rakun itu sangat cerdas dan adaptif. Mereka bisa belajar dari lingkungan dan cepat beradaptasi, bahkan di perkotaan,” ujar drh. Dira Maulani, dokter hewan dari Lembaga Konservasi Satwa Unik (LKSU) Jakarta dinukil dari RRI.
Selain fakta di atas, berikut 11 fakta lain yang menarik dari rakun:
-
Hewan yang Cinta Kebersihan
Sebelum makan, rakun sering mencuci terlebih dahulu makanannya. Jika tidak ada air di sekitarnya, ia tetap melakukan gerakan yang sama, menggerakkan kaki depannya di atas makanan dan mengangkatnya ke atas dan ke bawah.
Ahli biologi satwa liar percaya bahwa hewan ini memiliki saraf sensitif pada jari-jari kaki depannya.
Dalam sebuah studi terhadap 136 rakun, para peneliti di Nova Scotia menemukan bahwa membasahi kulit kaki depan rakun membantu meningkatkan respons saraf tersebut.
-
Bisa Tinggal di Mana Saja
Menurut Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam, hewan ini hidup di seluruh daratan AS, kecuali di bagian Pegunungan Rocky dan gurun
Rakun juga tinggal di Kanada dan Amerika Tengah. Mereka tidak pilih-pilih tempat tinggal, asalkan ada air di dekatnya.
Ia membuat sarang di tanah, pohon berlubang, atau celah-celah batu. Di daerah urban, hewan ini menjelajah ke dalam rumah dan membuat sarang di loteng, cerobong asap, dan ruang bawah tanah.
-
Pemakan yang Oportunis
Rakun adalah omnivora dan pemakan oportunis, artinya mereka memakan apa pun yang paling mudah. Ia juga hewan pemulung yang handal.
Saat mencari makanan, hewan ini bisa mengacak-acak tong sampah bahkan mencuri makanan hewan peliharaan. Hewan ini termasuk sulit dihentikan, sebab ia bisa memanjat.
-
Memiliki Wajah Anti Silau
Rakun dikenal karena topeng wajahnya yang gelap dan mirip bandit. Salah satu teori mengapa rakun memiliki topeng adalah karena tanda gelap yang khas membantu menangkis silau matahari dan juga dapat meningkatkan penglihatan di malam hari.
- Sangat Berguna
Rakun memiliki lima jari di kaki depan dan belakangnya. Kaki depannya sangat cekatan dan tampak serta berfungsi seperti tangan manusia yang ramping.
Ia menggunakan jari-jari kaki mereka yang lincah seperti jari untuk memegang dan memanipulasi makanan, serta berbagai benda, termasuk kait, tutup, stoples, kotak, dan gagang pintu.
-
Mengandalkan Diri Sendiri
Rakun umumnya adalah hewan soliter. Sebagai hewan nokturnal, mereka jarang keluar di siang hari, dan berusaha tetap dekat dengan sarangnya, hanya bergerak sejauh yang dibutuhkan untuk mendapatkan makanan dan minuman.
Kadang-kadang, sekelompok rakun betina menghabiskan waktu bersama, tetapi setiap betina akan memisahkan diri dari kelompok ketika tiba waktunya untuk berkembang biak dan membesarkan anak-anaknya.
Rakun betina tinggal bersama anaknya hingga berusia sekitar satu tahun. Rakun jantan dapat tinggal bersama betina hingga satu bulan sebelum berkembang biak, lalu berpisah setelah melahirkan anak-anaknya.
-
Suka Suasana Perkotaan
Menurut ahli zoologi Sam Zeveloff, jumlah rakun di daerah perkotaan dan pinggiran kota telah meningkat secara “menakjubkan” selama 80 tahun terakhir.
Karena sangat cerdas, rakun yang tinggal di kota mengembangkan keterampilan yang tidak dimiliki rekan-rekan mereka di pedesaan.
-
Memiliki Banyak Anak
Seekor betina rata-rata akan melahirkan tiga atau empat bayi. Induk rakun sangat keibuan dan akan menyebabkan kerusakan besar jika dipisahkan dari anak-anaknya. Bayi-bayi rakun tinggal bersama induknya sepanjang musim dingin pertama mereka sebelum pergi sendiri.
-
Membawa Ancaman Penyakit dan Parasit
Rakun dapat menularkannya rabies tanpa tanda atau gejala apa pun. Meski itu jarang terjadi.
Selain itu, rakun juga dapat membawa cacing gelang rakun, penyakit serius yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis.
Penyakit ini menyebar melalui konsumsi tanah atau bahan lain yang terkontaminasi feses rakun yang terinfeksi. Hewan ini juga dapat membawa leptospirosis dan distemper.
-
Hewan Cerdas
Hal menarik dari rakun, ia dikenal sangat cerdas . Beberapa ilmuwan bahkan berpendapat bahwa kemampuan diskriminatif mereka setara, bahkan mungkin lebih unggul, dibandingkan kucing domestik.
-
Tak Lepas dari Ancaman
Menurut IUCN, rakun utara adalah spesies yang “beresiko rendah”, dan jumlah populasinya terus meningkat.
Meskipun tidak ada ancaman besar bagi kelangsungan hidup rakun, mereka menghadapi bahaya. Mereka diburu untuk olahraga dan dijebak untuk diambil bulunya. Di daerah pinggiran kota dan dekat perairan, rakun merupakan salah satu korban tertabrak yang paling sering.
Selain itu, rakun sering diburu, dijebak, dan diracuni oleh pemilik rumah dan petani yang menganggapnya hama. Di lingkungan manusia lainnya, rakun dianggap sebagai pengendali hama.
Sahabat hijau itulah fakta tentang rakun, sebagaimana dilansir dari Treehugger.








