Sawah Hilang di Kepala

Sawah Hilang di Kepala   ini kepala mulai pening tunggui rindu reda jauh pada jauh amuk aduk degup kupikir ayah telah ke sawah memburu tikus tunggui padi menguning besok lusa padi it...

Sawah Hilang di Kepala
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

ta’buakang
terasa asing nama itu, bukan?
di ujung kampung itu
para pecinta menggelarinya tanjung cinta
ricikan sungai serupa nyanyian sepi yang lara

delapan atau sembilan tahun lalu
seorang lelaki berwajah huruf temukan dirinya
beraroma gunung

delapan atau sembilan tahun lalu
jalan pulang hilang dalam ingatan

sungai mengeringkan dirinya sendiri
batang pohon berpindah ke perut
gunung berpindah ke laut

delapan atau Sembilan tahun lalu
kehidupan merayakan dirinya
pada napas setiap orang


Kahayya


 

ada setumpuk kisah kutemukan di matanya
…serupa kisahku dalam kopi….
aku tatap matanya serupa kekasih
ingin temukan rahasia kekasihnya

aku temaninya berjalan telusuri kenangan
menuju sebuah danau yang tak ditemukan
di sebuah perkampungan paling ujung
jalan setapak
pemandangan
hawa dingin
setumpuk air mata
……kisah dalam kisah….

dua batang beringin awasi kami
…..saksi bisu dalam mitos…
aku lihat ia mengingat janji di beringin itu
matanya berair
doanya khusyuk

….ia serupa aku dalam luka cinta…
aku lihat air mataku beradu diair Danau Kahayya
aku lihat perempuan berkebaya kabut menghampiri

dulu, aku terus berjalan
….hingga tiba di sebuah rumah panggung….
aku tak ketuk pintu
seorang lelaki menyambutku ramah
kuceritakan kisahku
….katanya kisahku mirip dengan kisahnya…

seorang lelaki, pada sebuah senja
datang ke rumah panggungku
…..menceritakan kisahnya…
kukatakan kisahnya mirip kisahku

aku jadi lelaki yang kutemui itu
aku jadi lelaki yang menemuiku
aku jadi dua lelaki yang punya kisah mirip kisahku
ini tentang kisah lelaki dengan kekasihnya
…..yang bernama perempuan…
yang berwajah gunung
berparas pepohonan

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2