Sajak-sajak Renungan Semesta Yanuar Abdillah Setiadi
Sajak-sajak Renungan Semesta Yanuar Abdillah Setiadi (1) Nilai Pada apa kau sandarkan sebuah nilai kehidupan Apakah pada puisi-puisi yang mengasuh j...
Media yang concern pada isu lingkungan, kehutanan, konservasi dan green life style
Sajak-sajak Renungan Semesta Yanuar Abdillah Setiadi (1) Nilai Pada apa kau sandarkan sebuah nilai kehidupan Apakah pada puisi-puisi yang mengasuh j...
Warna Hujan kubisikan padamu sekali lagi dan terakhir, wanaria warna hujan selalu sama? entah kau sedang sendiri atau berada pada sebuah pesta atau...
Mata Waktu orang-orang sedang sibuk menghitung kartu domi di kepalanya. dan kau sibuk menyeruput kopi hitam tak bergula itu. "hidup adalah permain...
Klikhijau.com - Lalu siapa yang cukup gila menyimpan cengkeh dan kunyit dalam stoples. Bukan untuk digunakan di dapur sebagai bumbu, bukan. Hanya untuk dipajan...
Sore itu Firman mampir di sebuah warung, perbatasan Bone-Maros setelah perjalanan yang cukup lama. Ia berangkat dari Bone kota, dari pukul dua siang. Harusnya s...
Klikhijau.com - Prof Dr Abdul Hadi Wiji Muthari atau lebih dikenal dengan nama Abdul Hadi W.M. Lahir di Sumenep, Madura, Jawa Timur pada tanggal 24 Juni 1946....
Klikhijau.com - Pada hari Jumat tanggal 22 Januari 2024 lalu. Penyair Frans Nadjira berpulang di usianya yang ke-81 tahun. Frans Nadjira lahir di Makassar, 3 Se...
Hujan Asap di puncak paroppo hujan tiba dengan cepat menghentikan suara cangkul lalu, mulut mulai berasap asap yang lahir dari rokok dilinting sendiri d...
Perihal Hujan yang Mengenangmu ginri' telah bertumbuh di mata sunyi, Arunika lapukkan rindu dalam jarak dalam peluk tiada musim hujan mengenangm...
Sungai dan Napas Bapak Ada hal yang selalu aku ingat; Punggung ibu, jalan setapak Juga tapak kakiku yang tak mengenal sepatu. Menapak bebatuan...
Jam menunjukkan angka 10 lewat 57 menit. Aku tiba sangat terlambat. Harusnya aku tiba dari jam 9 pagi. Waktu yang disepakati untuk pertemuan mendadak itu. Pe...
Kecuali Sampah di Kepala di halaman rumah, akan kutanami kacang hias. kau bisa berbetah-betah duduk pandangi bunganya yang kuning mentega. kau bis...
Pernikahan Gerimis "Kau masih suka gerimis?" tanyaku. Kau hentikan seruputan kopimu. Tatapanmu mengarah ke mataku. Tatapan yang pernah begitu akrab d...
Dahan-Dahan Tubuh ada rumput liar menjalari dahan-dahan dalam tubuhku. memaksanya keropos sebelum waktu yang kudoakan tiba. itu rumput jenis baru, da...
Perjalanan Menuju Laut aku pernah mengirim pesan padamu. pesan itu kumasukkan ke dalam botol plastik. lalu kuhanyutkan di selokan depan rumah. saat h...
Pohon Bersalin Wajah dari lantai tiga sebuah kantor kita menatap kehidupan berlomba di bawahnya mengalir jauh tujui asal aku melihat matamu seb...