Green Life Style Versi penuh
Sastra Hijau

Sungai dan Napas Bapak

Sungai dan Napas Bapak   Ada hal yang selalu aku ingat; Punggung ibu, jalan setapak Juga tapak kakiku yang tak mengenal sepatu. Menapak bebatuan Hal yang membuatku bebal dan belajar keb...

Oleh Nona Reni 30 Dec 2023 23:55 2 menit baca

Sungai dan Napas Bapak

  Ada hal yang selalu aku ingat; Punggung ibu, jalan setapak Juga tapak kakiku yang tak mengenal sepatu. Menapak bebatuan Hal yang membuatku bebal dan belajar kebal atas segala sesal Kaki kecilku tertusuk ranting peninggalan bapak Menjelma luka di balik pepohonan Ia tumbuh tiba-tiba di halaman dadaku Berbunga rindang sekali Wanginya membuatku batuk berdahak Ada hal yang ingin aku lupa, harga beras dan nota harga di atas kertas bergambar hari Senin Juga tentang sungai di belakang rumah yang menghabisi separuh napas bapak Oh sungguh, aku dan bapak tak pandai berenang. Sedangkan air sungai semakin sering berkunjung ke dalam rumah Napas bapak semakin payah 2023 [irp]

Lidah Hijau

  Dan kini aku adalah engkau. Tetirah dalam mimpi-mimpi sekarat Berkarat dalam suhu yang merampas semua keringat Kata kerja telah pulas sekarang Lalu malam berusaha membelokkan roda-rodanya yang tak nampak. Asing keparat Aku sebagai engkau tiba di sungai waktu Berkelana menerobos bayang-bayang pepohonan Jadi burun-burung Ada bulan yang sinarnya berguguran Angin mengisari takdirnya, menenun resah yang dibincangkan jalanan Belukar bagai ancaman liar Seperti sarang lebah dan batu karang Aku mendengar engkau bernyanyi mengupas biji hari Pohon pinus berbincang dengan lidah hijau rerumputan Mengenang sebagaimana aku adalah engkau dulu. Pohon-pohon yang melap peluhmu Hujan yang mencuci rambutmu Kicau burung, menghiburmu dalam perjalanan menuju gunung 2023 [irp]

Pohon Penyambut Tamu

  Dari segala sisi kulihat pinggangku berkabut Kesunyian memburu sisa-sisa perih di jemari Gumam ombak yang pecah, genta jatuh di wajah senja. Angin mengembara di atas kerinduan terakhirku yang berkeriut Aku seorang yang kehilangan segalanya Membiarkan sepasang mata dalam pejam Lalu lengan dingin merangkum tubuhmu dalam kematian yang tipis Hujan turun Mengapa cinta tak turun jua dalam secawan anggur? Padahal natal sehari lagi sampai Pohon-pohon telah ditebangi Untuk dihias menyambut tamu di ruang depan 2023 [irp]
Topik terkait
#puisi lingkungan #puisi alam #sungai #sastra dan ekologi #bapak