Green Life Style Versi penuh
Sastra Hijau

Bardin dan Hutan

Pohon Bersalin Wajah   dari lantai tiga sebuah kantor kita menatap kehidupan berlomba di bawahnya mengalir jauh tujui asal aku melihat matamu sebatang pohon kersen tumbuh rapuh di sana...

Oleh Irhyl 11 Nov 2023 02:15 2 menit baca

Pohon Bersalin Wajah

  dari lantai tiga sebuah kantor kita menatap kehidupan berlomba di bawahnya mengalir jauh tujui asal aku melihat matamu sebatang pohon kersen tumbuh rapuh di sana tak ada burung-burung hanya ada buram kau tak hendak keluar ruangan bahkan sekadar ke tempat parkir mengambil bekal yang kau bawa dari rumah bekal yang kau lupa di motormu kantor di mana kita berada dulu ditumbuhi banyak pohon pohon-pohon itu kini jadi kusen jendela, daun pintu kursi, meja hingga rak buku rak yang memajang buku-buku tentang manfaat pohon isinya kerap kau bacai dan renungi diam-diam kau ingin jadi pohon dan aku ingin jadi lantai tiga tempat kita berkantor sepanjang masa Kindang, 11 November 2023 [irp]

Bardin dan Hutan

  pada bab 3 dari buku yang kau tulis kau menulis tentang si Bardin yang memelihara hutan dan dianggap gila di kampung kita yang jauh dan tua hutan menumbuhkan dirinya sendiri tak ada sertifikat pemilik hutan adalah milik makhluk tak kasat mata jenis kelaminnya entah hutan tak bisa diusik dan diusili lalu datang si Bardin ia memelihara hutan memagarinya, menanaminya pohon entah dari mana hutan pun berubah jadi milik si Bardin orang-orang melongo tawa mereka ditelan sendiri kau datang menulis kisahnya orang-orang datang mencari Bardin ingin berguru memelihara hutan untuk perut mereka sendiri yang tak kenyang-kenyang itu 2023 [irp]

Memanen Gerimis

  aku suka matamu, ada gerimis di sana membentuk telaga mengurai jelaga kau datang sebagai semua perihal tumbuhkan pohon dalam tubuhku deburan ombak pada darahku aku jadi musim di matamulah aku berenang kusirami semua pori tubuhku bertumbuhlah semua akar-akar daun, ranting, pucuk dan kau dalam aku ketika aku jadi musim hujan kau jadi payung jadi saluran air ketika aku jadi kemarau kau jadi gerimis jadi kipas angin ketika aku jadi kamu kau jadi semua dalam segala bertumbuh, mengakar jadi kehidupan [irp] 2023

Pohon Ayah

  kemarin aku ke kebun bersama ayah ayah menebang pohon aku mengayun parang pohon yang dibatang ayah itu roboh menimpa pohon lain beburung beterbangan kaget nyennyek bisu risau pohon itu akan dijual ayah untuk membeli kursi kayu sebagai hadiah kesetian ibu 2023 [irp]
Topik terkait
#pohon #hutan lindung #gerimis #puisi alam