Green Life Style Versi penuh
Sastra Hijau

Perihal Hujan yang Mengenangmu

Perihal Hujan yang Mengenangmu   ginri' telah bertumbuh di mata sunyi, Arunika lapukkan rindu dalam jarak dalam peluk tiada musim hujan mengenangmu kini sebagai burung pipit yang menung...

Oleh Irhyl 06 Jan 2024 08:29 2 menit baca

Perihal Hujan yang Mengenangmu

  ginri' telah bertumbuh di mata sunyi, Arunika lapukkan rindu dalam jarak dalam peluk tiada musim hujan mengenangmu kini sebagai burung pipit yang menunggu padi menguning menyulap mata petani memanen resah mungkin kau bertanya, makan apa burung pipit itu? sebelum dan sesudah padi menguning? "mereka mengejar serangga," sawah-sawah telah banyak mengering airnya mengisi kolam ikan ukuran pelukan ikannya dua atau tiga ekor saja tak cukup buat makan anak kucing usia dua bulan nanti sawah-sawah itu berubah beton perabotnya dari kayu kayu-kayu yang ditebangi dari hutan atau kebun saat akan melapuk, ginri’ bertumbuh subur di atasnya kau boleh memanennya. tentu saja lalu menyajikannya jadi sayur tanpa nasi sebab sawah telah menghilang jauh ke dalam kerakusan kau boleh mengenang hujan, tiba menggenangi beton-beton itu menimbuninya lumpur, mengubahnya jadi sawah kembali itu mimpi yang terlalu dipaksakan, Arunika biarkan hujan mengenangmu sebagai pemimpi Kindang, Januari 2024 [irp]

Bunyi Dedaunan

  bunyi daun pisang yang disapa angin sampai di kamar. di mana aku sedang menatap parang malaysia yang baru kuasah. parang itu sengaja kuletakkan di samping tempat tidur. buat jaga-jaga jika ada yang mencuri ciuman dari bibirku dalam mimpi. pagi ini, sepiring pisang goreng tersaji di meja. aku menikmatinya sambil bayangkan, daun-daunnya kutebas tiada sisa. sinar matahari tiba menyapa tanah sejak parang mudah diasah tajam. peluang pohon kecil tumbuh besar mengecil pula bunyi dedaunan jadi suara yang dianggap mengusik dan merampas rupiah Januari 2024 [irp]

Pesta Pora Buah

  ini telah januari, Dewi tapi hujan tak segarang januari lalu hujan lupa berhenti lupa masuk ke mata waktu di januari, hujan biasanya terus tiba siang dan malam jemuran tak kering-kering. payung terus saja kuyup ayah baru saja dari kebun matanya binar cerah buah kopi lebih banyak dari tahun lalu, katanya setelah kemarau beberapa bulan pohon buah berpesta ayah ingin membeli paying beraneka warna hadiah untuk cucunya saat berangkat ke sekolah tapi, hujan tak lagi sering datang, keluhnya ayah tetap saja ingin beli payung bisa dipakai kapan saja, bahkan saat terik, katanya. Januari 2024 [irp]
Topik terkait
#puisi lingkungan #puisi alam #hujan #sastra dan ekologi