Sastra Hijau
Klikhijau.com merupakan media nasional berbasis online yang concern pada isu lingkungan, kehutanan dan gaya hidup ramah lingkungan. Selain menerbitkan artikel dan liputan, Klikhijau juga aktif dalam program edukasi dan pendampingan dalam upaya menguatkan literasi lingkungan dalam masyarakat.
Sorotan
Kupu-kupu Ibu
Mataku Mata Air
Ketika Cerita Lama Mencari Pembaca Baru
Aku Masih Suka Duduk di Dekat Jembatan Tua
aku masih saja suka duduk di dekat jembatan tua. bukan saja karena aku bisa bercakap dengan hewan-hewan dan benda mati. selain malam-malam gamang, ada seekor ku...
Pohon Tuan Kota
Perabot Rumah ada lagu yang terus berputar di ingatanmu sebagai sebuah rumah. tempat perabot dapur menunggu rempah menghuninya rempah yang kini ha...
Sehabis Hujan
Kabut Malino kabut malino menepi di mata. ada ricik hujan, juga desir angin antarkan gigil kita tunggui hujan berubah jadi pelukan. gigil jadi b...
Mengenang Badaruddin Amir Melalui 7 Puisinya yang Bernapas Alam
Klikhijau.com - Indonesia, Khususnya Sulawesi Selatan sedang berduka. Sebab telah kehilangan salah satu sastrawan yang dimilikinya, yakni Badaruddin Amir yang m...
Menikmati 5 Puisi Beraroma Alam dari Asia Ramli Prapanca
Klikhijau.com – Ram, begitulah Asia Ramli Prapanca lebih akrab disapa. Ia lahir di Kampung Usuku, Kec. Tomia, salah satu nusa kecil terpencil di ujung timur pul...
Dipeluki Sampah
Dipeluki Sampah lagu-lagu terus mengalun di kepalamu sebagai gerimis. meminjam seluruh ingatan yang dirampas polusi udara pada sepatu bots yang me...
Langit Mahakam dan Kupu-Kupu Bantimurung
Pohon yang dulu berimbun, tiada hentinya tertiup angin kemarau. Daun-daun yang telah kehilangan klorofil itu berguguran dan berserakan di pekarangan rumah. Hemb...
Senandung Terasing Lia di Tepian Sungai Balangtieng
Di kebun itu, waktu menguap seperti embun yang enggan menyentuh tanah. Lia, gadis yang dikecup sunyi, tinggal di antara tanaman-tanaman yang tumbuh bukan karena...
Pohon Langit di Borong Karamaka
Borong Karamaka benar-benar sunyi dan tenang, jauh dari gemuruh peradaban manusia. Pepohonan yang menjulang tinggi berbisik dalam diam, angin yang menelusuri de...
Memburu Burung di Kepala
Riuh Rindu kita berkejaran ke laut yang menepi di matamu. ada perahu tertambat di sana. tunggui ombak pasang lalu berlayar ke dalam diri jadi gemuruh...
Monolog Sebatang Pohon
Rahim Bumi Sajak-sajak berjatuhan ke dalam jiwa. Merimbun bagai semak yang senantiasa menghidu embun. Semak yang mencintaiku dan mencintaimu juga, k...
Membuang Sampah ke Kepala
Sebagai Akar Sebuah puisi bangkit jadi pohon-pohon Melepaskan diri dari pelukan dan retakan tanah Ia sedang belajar merelakan hidupnya, menyerap segala p...