Sajak-sajak Renungan Semesta Yanuar Abdillah Setiadi
Sajak-sajak Renungan Semesta Yanuar Abdillah Setiadi (1) Nilai Pada apa kau sandarkan sebuah nilai kehidupan Apakah pada puisi-puisi yang mengasuh j...
Media yang concern pada isu lingkungan, kehutanan, konservasi dan green life style
Sajak-sajak Renungan Semesta Yanuar Abdillah Setiadi (1) Nilai Pada apa kau sandarkan sebuah nilai kehidupan Apakah pada puisi-puisi yang mengasuh j...
Warna Hujan kubisikan padamu sekali lagi dan terakhir, wanaria warna hujan selalu sama? entah kau sedang sendiri atau berada pada sebuah pesta atau...
Mata Waktu orang-orang sedang sibuk menghitung kartu domi di kepalanya. dan kau sibuk menyeruput kopi hitam tak bergula itu. "hidup adalah permain...
Klikhijau.com - Lalu siapa yang cukup gila menyimpan cengkeh dan kunyit dalam stoples. Bukan untuk digunakan di dapur sebagai bumbu, bukan. Hanya untuk dipajan...
Bukan karena Hujan, Sabaria kukatakan padamu sekali lagi, sabaria. bukan hujan mengantar banjir ke rumahmu, bukan. air hanya sedang rindu ingin tidur...
2014. Suatu ketika entah bagaimana Raka tiba-tiba mengingat suatu peristiwa. Saat dimana ia dan Anna berboncengan dari arah kampus. Hujan mengguyur dengan dera...
Persimpangan aku jadi daun-daun saat berkunjung ke kotamu kemarin daun-daun yang ditiup angin sepoi lalu lena lalu jatuh saat hujan sedang mengga...
Pembabat Pohon Mencari orang paling bodoh di kampung kami bukanlah pekerjaan rumit. Itu sejak Sanamang pulang kampung. Tiga atau empat tahun lalu....
Sebagai Rerumputan ban mobil bekas itu kau bawa ke atas bukit. tiga hingga lima tetes keringat menetes dari porimu begitu sampai. kau menghela nap...
aku masih saja suka duduk di dekat jembatan tua. bukan saja karena aku bisa bercakap dengan hewan-hewan dan benda mati. selain malam-malam gamang, ada seekor ku...
Perabot Rumah ada lagu yang terus berputar di ingatanmu sebagai sebuah rumah. tempat perabot dapur menunggu rempah menghuninya rempah yang kini ha...
Kabut Malino kabut malino menepi di mata. ada ricik hujan, juga desir angin antarkan gigil kita tunggui hujan berubah jadi pelukan. gigil jadi b...
Klikhijau.com - Indonesia, Khususnya Sulawesi Selatan sedang berduka. Sebab telah kehilangan salah satu sastrawan yang dimilikinya, yakni Badaruddin Amir yang m...
Klikhijau.com – Ram, begitulah Asia Ramli Prapanca lebih akrab disapa. Ia lahir di Kampung Usuku, Kec. Tomia, salah satu nusa kecil terpencil di ujung timur pul...
Dipeluki Sampah lagu-lagu terus mengalun di kepalamu sebagai gerimis. meminjam seluruh ingatan yang dirampas polusi udara pada sepatu bots yang me...
Pohon yang dulu berimbun, tiada hentinya tertiup angin kemarau. Daun-daun yang telah kehilangan klorofil itu berguguran dan berserakan di pekarangan rumah. Hemb...