Sastra Hijau
Klikhijau.com merupakan media nasional berbasis online yang concern pada isu lingkungan, kehutanan dan gaya hidup ramah lingkungan. Selain menerbitkan artikel dan liputan, Klikhijau juga aktif dalam program edukasi dan pendampingan dalam upaya menguatkan literasi lingkungan dalam masyarakat.
Sorotan
Kupu-kupu Ibu
Mataku Mata Air
Ketika Cerita Lama Mencari Pembaca Baru
Tangan Tuhan di Dua Musim
Tangan Tuhan di Dua Musim senja tiba bersama kabut menuju malam. dan hujan mengintip di jendela langit gigil mulai meremasi tubuh yang lupa mandi sore...
Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara
(1) Kita, Seperti Musim Yang Labil Langit di kepalaku telah lapang dan benar-benar abu, ketika puisi menyentuh banyak raga tetapi tidak raga kau. Di te...
Kayu Bitti, Penyelamat Perahu Pinisi
Klikhijau.com - Aku suka hari Minggu karena Ayah akan membawaku ke kebun. Di kebun itu tumbuh empat batang pohon Bitti. Tak terlalu besar. Tapi Ayah sangat meny...
Mengenalkan Sarihati: Puisi dan Perjalanan Menuju Kedalaman Diri
Klikhijau.com — Buku puisi Sarihati resmi diperkenalkan secara langsung dalam sebuah acara luring di WU Hub Coworking Space Sabang pada Minggu (20/4/2025). A...
Lelaki Pinisi dan Sepotong Senja
Klikhijau.com -Sudah menjadi ritual di pagi hari Sula ketika bangun tidur adalah menuju dapur dan membuat secangkir kopi Arabica dan duduk menikmatinya sesapan...
Keladi Hias dan Ibu
Keladi Hias dan Ibu hujan memang menumbuhkan keladi hias di depan rumah. di mana ibu senang menghitung warnanya, serupa menghitung berapa tetes kerin...
Menangisi Kekeringan
Jadi Hujan kita telah jadi hujan, dimaki sepanjang hari seorang bocah yang telat main bola. lapangan jadi becek, ibunya tak ingin ia flu kita mengguyu...
Bukan karena Hujan, Sabaria
Bukan karena Hujan, Sabaria kukatakan padamu sekali lagi, sabaria. bukan hujan mengantar banjir ke rumahmu, bukan. air hanya sedang rindu ingin tidur...
Hujan di Kota M
2014. Suatu ketika entah bagaimana Raka tiba-tiba mengingat suatu peristiwa. Saat dimana ia dan Anna berboncengan dari arah kampus. Hujan mengguyur dengan dera...
Penikmat Banjir yang Bahagia
Persimpangan aku jadi daun-daun saat berkunjung ke kotamu kemarin daun-daun yang ditiup angin sepoi lalu lena lalu jatuh saat hujan sedang mengga...
Perempuan Kabut
Pembabat Pohon Mencari orang paling bodoh di kampung kami bukanlah pekerjaan rumit. Itu sejak Sanamang pulang kampung. Tiga atau empat tahun lalu....
Kupu-Kupu di Kepala
Sebagai Rerumputan ban mobil bekas itu kau bawa ke atas bukit. tiga hingga lima tetes keringat menetes dari porimu begitu sampai. kau menghela nap...