Sastra Hijau
Media yang concern pada isu lingkungan, kehutanan, konservasi dan green life style
Sorotan
Sajak-sajak Renungan Semesta Yanuar Abdillah Setiadi
Sajak-sajak Renungan Semesta Yanuar Abdillah Setiadi (1) Nilai Pada apa kau sandarkan sebuah nilai kehidupan Apakah pada puisi-puisi yang mengasuh j...
Matamu Sungai Kecil
Warna Hujan kubisikan padamu sekali lagi dan terakhir, wanaria warna hujan selalu sama? entah kau sedang sendiri atau berada pada sebuah pesta atau...
Mata Waktu
Mata Waktu orang-orang sedang sibuk menghitung kartu domi di kepalanya. dan kau sibuk menyeruput kopi hitam tak bergula itu. "hidup adalah permain...
Mendengar Pertanyaan Kahlil Gibran tentang Alam dan Manusia
Klikhijau.com – Kahlil Gibran menulis puisi seperti sedang sarapan pagi. Puisi-puisinya mengalir dengan segar dan jernih. Lelaki kelahiran 6 Januari 1883 d...
Sebatang Pohon Janji
Sudah lama dia susah tidur. Itu terlihat dari kantong matanya yang tebal. Ada lingkaran hitam di kelopaknya. Matanya terlihat lelah. Sejak kepergian suaminya, ...
Tafsir Hujan
Klikhijau.com - Saya sudah nyaris bisa mendengar nyanyian rumput-rumput liar dan alunan merdunya musik dedaunan yang diterpa tetesan air hujan. Ini mungkin kare...
Sebab Angin Tak Mengenal Wangi Tubuhmu
Sebab Angin Tak Mengenal Wangi Tubuhmu Angin bulan Desember biasanya bertiup agak kencang, katamu sembari mengalungkan tanganmu di pundakku. Bulan...
Meresapi 6 Puisi Taufiq Ismail yang Beraroma Alam
Klikhijau.com - Puisi Taufiq Ismail harus diakui sarat makna dan pesan moral. Bahkan mendengan namanya saja. Ingatan kita akan tertuju pada puisi-puisi religi...
Surati Aku di Pelukan Siapa pun Kamu Kini
Surati Aku di Pelukan Siapa pun Kamu Kini Surati aku di riuh mana pun kamu berada alamatku tak pernah berubah, di hatimu sekarang pun aku sedang me...
Mencicipi Eksotisme Puisi-Puisi Pablo Neruda yang Bernuansa Alam
Klikhijau.com – Tak hanya makanan yang bisa dicicipi, tapi juga puisi. Kekuatan puisi terletak pada pilihan katanya. Pemilihan kata (diksi) yang tepat pada puis...
Sebatang Pohon Mata
Ada cerita yang terangkai perlahan. Cerita tentang sebatang pohon yang tumbuh di mata seorang lelaki. Berbuah ribuan kunang-kunang dan setumpuk kisah cinta yang...
Seperti Pernah
Rumpun bambu itu telah ada, jauh sebelum Puang Lamintang lahir, lelaki paling tua di kampung itu. Tak ada yang tahu sejak kapan tumbuh. Tak ada juga saksi mata...
Dari ‘Sang Pemimpi’ Kita Tahu, Ujung Pertambangan adalah Sengsara
Klikhijau.com – Sang Pemimpi, telah menjadi salah satu novel yang menggugah kesadaran kita. Termasuk dalam hal pendidikan dan kesadaran lingkungan. Novel fe...
Pada Lorong di Kotamu
Pada Lorong di Kotamu aku jadi lupa lorong-lorong di kotamu lupa berapa detik lampu merah akan berubah hijau aku telah berubah asing pada kamu...
Nama pada Masa Depan
Di Gelas Teh Mana Kita Minum Kelak segelas teh menunggu di ruang tamu roti maros menanti kau cicipi ada aroma kampung halaman semalam puisi berc...