Sampah Skincare jadi Problem Baru, Bagaimana Cara Mengolahnya?

Klikhijau.com - Kini, skincare atau kosmetik sudah menjadi kebetuhan dan dapat menyenangkan hati bagi seorang perempuan. Tapi entah sadar atau tanpa sadar, sampah bekas skincare menjadi salah satu lim...

Sampah Skincare jadi Problem Baru, Bagaimana Cara Mengolahnya?
Bacakan Artikel

Terutama bagi kalian yang suka eksperimen beragam produk kecantikan, mungkin ada beberapa produk yang tak cocok dengan kulit wajah tetapi masih bisa digunakan. Ketimbang dibuang begitu saja, yang bisa jadi sampah dan disalahgunakan, mending di-preloved saja.


  1. Untuk media lukis


Untuk kosmetik yang sudah kadaluarsa, sudah barang tentu tak bisa di-prloved lagi. ย Barang-barang tersebut dapat dijadikan sebagai cat lukis bagi yang gemar melukis. Atau sebagai bahan mempercantik barang-barang yang sudah lama agar terlihat baru lagi.

Barang kosmetik yang diapat dimanfaatkan sebagai media lukis antara lain eyeshadow, lipstik, eyeliner, blush on, dan sebagainya. Tinggal menambahkan air jika diperlukan.


  1. Mengembalikan ke brand tertentu


Sekarang sudah marak brand dan toko skincare yang memiliki program daur ulang. Customer bisa mengembalikan kosmetik yang sudah tak dipakai atau kemasan kosong ke store atau brand yang bersangkutan untuk turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan dari pencemaran yang bisa diakibatkan oleh sampah kosmetik.

[irp]

Menariknya, ada beberapa store yang memberikan reward, biasanya berupa voucher diskon belanja.


  1. Menyumbangkan ke tempat sampah yang tepat.


Jika harus membuang sampah tersebut, maka seyogianya harus menyumbangkan sampah ke tempat penampungan sampah sesuai dengan jenis kemasan produk yang dimiliki.

Sebagai contoh, jika kemasan kosmetik kalian berbahan plastik, maka kalian bisa serahkan ke tempat penampungan khusus sampah plastik. Jika berbahan kaca, pilah dan kelompokkan dengan berbahan kaca.

Jika ada sisa-sisa skincare atau kosmetik yang belum habis, sebaiknya dibersihkan dahulu sebelum dibuang, karena sekecil apa pun zatnya pasti berpengaruh pada lingkungan, meskipun tak signifikan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: