Mengintip Upaya 12 Negara Ini Kembalikan Hijaunya Hutan yang Hilang

Publish by -22 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Mengintip Upaya 12 Negara Ini Kembalikan Hijaunya Hutan yang Hilang
Masyarakat India bergerak menanam pohon bersama/foto-DW

Hutan memiliki peran yang sangat penting terhadap lingkungan dan makhluk hidup

Klikhijau.com – Kehilangan hutan merupakan kerugian besar suatu negara. Banyak penyebabnya kenapa hutan bisa hilang, di antaranya pembalakan liar, kebakaran, hingga bencana alam seperti longsor dan kekeringan.

Beberapa negara yang menyadari pentingnya peran hutan terhadap kelangsungan hidup di muka bumi ini. Karenanya mereka berupaya keras mengembalikan hijaunya hutan yang telah hilang tersebut.

Dilansir dari DW, 22 Mei 2020 ini 12 negara yang berjuang keras mengembalikan hutan mereka yang hilang demi menyelamatkan lingkungan dari kekeringan dan bencana:

KLIK INI:  Azza dan Cara Berbagi THR yang Tetap Ramah Lingkungan
  • Indonesia

Tidak bisa dipungkuri, ada dua musuh bebuyutan hutan di Indonesia, yakni pembalakan liar dan kebakaran. Permasalahan ini sudah berlangsung bertahun-tahun.

Praktik industrialisasi dan lemahnya penegakan hukum menjadi penyebab utama hutan Indonesia. Beruntung pula banyak yang berinisiatif mengembalikan hutan Indonesia yang telah hilang dengan cara menanam pohon.

Salah satunya adalah Yayasan Lindungi Hutan Indonesia menginisiasi upaya menanam lebih dari 50.000 pohon di beberapa wilayah di Indonesia. Tak hanya itu, WWF-Indonesia juga ikut serta dalam penanaman lebih dari 127.000 bibit mangrove.

  • Cina

Pemerintah Cina telah berjanji akan meningkatkan luas hutan hingga 30 persen sampai tahun 2050. Karenanya Cina mengupayakan menanam miliaran pohon di seluruh kota. terutama wilayah bagian utara yang terancam seperti gurun.

Namun, menurut data dari World Bank hanya ada 22% peningkatan luas hutan.

KLIK INI:  Terinspirasi dari Tentara, Mama Sibin: Saya Ingin Berkebun di Rumah
  • Irak

Sebagai negara yang terbilang tandus dengan intensitas hujan yang terbatas. Tidak membuat Irak putus asa untuk menghadirkan hutan.

Negara ini membuat media tanama dari jerami, yang terinspirasi dari teknik yang dipakai di Cina. Kotak jerami bertujuan untuk menahan tanah dan menyediakan dasar untuk rumput, tanaman yang lebih besar. Para ahli berharap upaya ini dapat menahan bukit pasir.

  • Niger

Di Niger, yang terlibat dalam penghijauan adalah para petani lokal. Mereka turun membantu penghijauan kembali seluas 50.000 kilometer persegi dengan berbagai tumbuhan lokal dan teknik menumbuhkan pohon dari akar yang sudah ada.

Teknik ini dikembangkan oleh ahli agronomis dari Austalia, Tony Rinaudo yang telah diakui oleh Right Livelihood Award pada tahun 2018.

  • Rumania

Menurut Greenpeace, Rumania kehilangan sekitar 3-9 hektar hutan per jam karena perusahaan kayu yang tidak jujur.

Pada awal 2020, Kementerian Lingkungan Hidup mengumumkan rencana untuk menanam kembali lebih dari 1.000 hektar hutan yang terkena dampak ini.

Penebangan liar yang meluas – sebagai akibat dari perusahaan kayu dan pembuat furnitur di Eropa Barat – menghancurkan beberapa hutan di Eropa.

KLIK INI:  Musim Hujan, Legislator Ini Tanam 40.000 Pohon Porang di Kajang
  • Burkina Faso

Perluasan peternakan dan pertumbuhan penduduk jadi salah satu ancaman Burkina Faso kehilangan banyak hutan. Untuk mengembalikannya, PBB menerapkan program REDD+ yang membantu petani dalam upaya menanam pohon dengan skala yang besar.

Tidak tanggung-tanggung penanaman itu mencapai hingga lebih dari 300.000 hektar tanah untuk membantu mitigasi penggurunan di Burkina Faso.

  •  India

Pemerintah India telah berjanji untuk mengembalikan 26 juta hektar tanah pada tahun 2030. Ada sebuah upaya penanaman pohon menjadi upaya yang sangat besar di India.

India merupakan negara yang hampir 30% tanahnya mengalami degradasi karena peternakan, urbanisasi, dan penggurunan.

Namun, kesadaran Warga India membuat mereka bergabung dalam kampanye untuk memecahkan rekor dengan menanam ribuan juta bibit guna mengembalikan hutan yang telah hilang.

KLIK INI:  Baru Dicanangkan, Jawi-Jawi Mangrove Mulai Intens Berkolaborasi
  • Peru

Upaya reboisasi di Peru menargetkan lahan yang rusak oleh penambangan emas ilegal, serta situs arkeologi Machu Picchu, yang berisiko longsor dan kebakaran hutan.

Hutan Madre de Dios misalnya, pada tahun 2019 satelit Badan Antariksa AS ( NASA) menemukan, hampir 6 persen wilayah Madre de Dios telah menghilang karena penebangan hutan massal atau deforestasi. Dan diperkirakan akan menghilang 5 tahun mendatang.

  • Australia

Australia pernah mengalami kebakaran hebat yang memusnahkan seperlima hutan dan membunuh sekitar 1 miliar hewan.

Untuk mengembalikan hutan yang hilang itu, pada bulan Desember, World Wide Fund for Nature meluncurkan rencana untuk “menyelamatkan dan menumbuhkan” 2 miliar pohon pada tahun 2030.

“Solusi ini dapat dicapai dengan melindungi pohon yang ada, memungkinkan hutan yang ditebang untuk beregenerasi dan menanam pohon baru,” kata WWF.

KLIK INI:  Lelaki Tua, Tristania, dan Jalan Terjal Reboisasi di Jannaq Loe
  • Kanada

Di negara ini undang-undang mewajibkan industri kehutanan untuk menanam kembali setelah tebang habis. Perdana Menteri Justin Trudeau berkomitmen untuk menambah 2 miliar pohon selama dekade berikutnya.

Bahkan ada seorang veteran penanam pohon dari Kanada telah melakukan reboisasi selama beberapa dekade di lahan pribadi dan publik.

  •  Inggris

Kehadiran lebih banyak pohon banyak pohon diharapkan akan membantu meringankan perubahan iklim, mengurangi banjir dan menciptakan lapangan kerja.

Saat ini Inggris, khususnya di Inggris utara, pohon-pohon hanya menutupi 7,6% dari pedesaan. T

Namun, Hutan Utara baru akan dibentuk dari Liverpool barat ke Hull timur selama 25 tahun ke depan. Hal ini mengikuti keberhasilan Hutan Nasional yang berada lebih jauh ke selatan.

  •  Jerman

Jerman tidak main-main dalam merawat dan menanam pohon. Pada KTT hutan nasional September lalu, Berlin mencurahkan € 800 juta (sekitar 13 triliiun rupiah).

Dana itu untuk membantu merawat dan mengisi kembali pohon-pohon di seluruh Jerman, yang telah menderita akibat cuaca panas dan kering, juga serangan kumbang.

Untuk mewujudkan harapan itu, para pakar kehutanan Jerma sedang mencari spesies asli yang kuat yang dapat beradaptasi dengan perubahan iklim Eropa.

Nah, itulah 12 negara yang berjuang menghijaukan negaranya dengan cara mengembalikan hutan yang telah hilang.

KLIK INI:  Pelajar di Bandung Pilih Aksi Lingkungan daripada Turun ke Jalan
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!