Mau Merasakan Sensasi Membaca di Atas Pohon, Ke Tempat Ini Saja!

Publish by -410 kali dilihat
Mau Merasakan Sensasi Membaca di Atas Pohon, Ke Tempat Ini Saja

Klikhijau.com – Pernahkah anda membayangkan hidup merumah di atas pohon? Sesuatu banget! Tidak sedikit yang punya fantasi liar menjalani hidup di atas pohon. Film keluaran Disney berjudul The Jungle Book, memperlihatkan betapa indahnya hidup di atas rumah pohon.

Selain terbebas dari polusi, menginap di atas pohon membawa kita menyatu dengan alam. Itulah sebabnya, pelbagai tempat wisata di dunia menawarkan sensasi tinggal dalam rumah pohon. Di Huilo Chile, terdapat sebuah hotel berbentuk rumah pohon yang menakjubkan. Hal yang sama bisa ditemui di Kanada, Afrika Selatan, atau di Thailand. Bila menginap di sana, kita akan teringat film The Hobit.

Hotel atau penginapan di atas pohon tersebut, tentu sengaja dikreasi untuk memenuhi imajinasi banyak orang akan keseruan menginap di atas pohon. Untuk menikmati keseruan merasakan rumah pohon, Anda tidak perlu ke keluar negeri. Anda hanya perlu mencobanya di “Pohon Pustaka” yang terdapat di kaki gunung Latimojong, Enrekang.

Didirikan oleh tiga orang aktivis lingkungan dan pendaki gunung yakni, Darwin, Saifuddin dan Hasbulla 2016 silam. Pohon Pustaka dengan konsep rumah pohon tersebut menawarkan keindahan yang tidak jauh berbeda dengan rumah pohon di luar negeri.

Sejak dibangun, rumah yang berada diantara rimbun pepohonan tersebut telah dijadikan tempat membaca atau nongkrong bagi anak muda kampung yang hobi berpetualang naik gunung, panjat tebing, susur gua dan arung jeram.

Pada 2017, Darwin dan kawan-kawan mendirikan sebuah komunitas pecinta alam yang bernama PALM (Petualang, konservasi, literasi, massenrempulu). Ide bernas itu pun mendapat respson positif anggota komunitas.

Mereka bersepakat untuk tidak sekadar berkumpul, tetapi juga dapat menghasilkan sesuatu yang produktif. Oleh mereka disebutnya konsep “one stop activities”, yakni dengan sekaligus membuat rumah baca dan beberapa aktivitas produktif lainnya.

Maka, “Pohon Pustaka” adalah perpaduan dua sisi: lingkungan dan buku-buku. Sebuah imajinasi yang tak kalah visionernya. Kini, pohon pustaka telah difungsikan sebagai rumah singgah bagi para pendaki yang hendak menjejal gunung Latimojong.

Demi menjaga harmonisasi di rumah tersebut, mereka juga menjadikan rumah yang dibalut demikian alami tersebut dengan membuat galeri seni, musik, kerajinan dan usaha sablon.

Karena suasananya yang memang eksotis, pohon pustaka bahkan dimanfaatkan warga sebagai tempat menggelar rapat dan pertemuan formal aparat desa setempat.

Pengunjung yang pernah mampir bahkan menginap di pohon pustaka berdatangan dari beragam asal daerah. Mulai dari pelancong dari luar negeri seperti dari Argentina, Jerman, Belanda dan Malaysia. Dari luar daerah sudah tidak terhitung, “ada yang dari Medan, Bali, Ambon, Padang, Jambi, Jawa, Bandung, Manado, Mamuju, Kota Makassar dan lainnya,” jelas Darwin.

Rumah pohon ini memang menawarkan suasana alami yang menakjubkan. Pengelolanya selalu terbuka bagi siapa pun yang hendak berkunjung. Terutama yang ingin menikmati sensasi membaca novel di atas rumah alami dan berdimensi tradisional tersebut.

Sayangnya, koleksi bukunya belum terlampau banyak. Belum sampai 1000 judul. Sebagian di antara buku-buku itu adalah sumbangan dari Perpustakaan Nasional, dan sumbangan dari Penerbit Insist. Ayo ke Pohon Pustaka, membaca, atau menyumbangkan buku-buku demi harmoni antara alam dan pengetahuan!

KLIK Pilihan!