Rantai Pasok Pangan yang Rapuh Terbukti Memiskinkan Petani di Desa

Klikhijau.com – Sistem pangan saat ini memang belum berpihak pada petani. Faktanya, problem kemiskinan dan kelaparan justru terjadi di tapak bawah di mana produsen hasil pertanian ada dan bertumbuh....

Rantai Pasok Pangan yang Rapuh Terbukti Memiskinkan Petani di Desa
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Sistem pangan saat ini memang belum berpihak pada petani. Faktanya, problem kemiskinan dan kelaparan justru terjadi di tapak bawah di mana produsen hasil pertanian ada dan bertumbuh.

Hal itu diakui Koordinator Nasional Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah dalam seri webinar #Obrolin Pangan Goes to Campus, yang menyapa civitas akademika Universitas Brawijaya, Rabu 30 September 2020.

Menurut Said Abdullah, sistem pangan yang berlaku saat ini diakui memang belum memberikan keadilan khususnya untuk masyarakat di desa.

"Peningkatan produksi pertanian menyisakan problem 820 juta orang kelaparan, itu jumlah yang sangat banyak. Dua pertiga orang yang lapar saat ini ada di pedesaan yang menjadi korban sistim pangan ini justru produsen pangan itu sendiri," kata pria yang akrab disapa Ayip itu.

Hal memburuk di saat pandemi karena pandemi membuat akses pangan terbatas, dan pendapatan produsen pangan menurun.

"Ketergantungan pada pangan impor yang sangat besar. Di pandemi kita melihat ada situasi dimana rantai pasok pangan sangat rapuh dan inilah yang membuat pendapatan petani menurun," jelas Ayip.

Sistim pangan yang tidak adil dan memiskinkan petani sebagai produsen pangan ini kata Ayip, ternyata karena dikendalikan oleh korporasi dan pemburu rente yang dicirikan dengan tingginya impor pangan.

"Kelompok ini yang menyandera pemerintah dalam korupsi atau state capture corruption," tegasnya.

Sistem pangan yang berdaulat

Karenanya harus dibangun sistim pangan yang berdaulat yang mampu menempatkan petani sebagai subyek dalam konteks produksi, distribusi dan konsumsi pangan dan menjadi subyek dalam pengambilan keputusan sistem pangan dan kebijakan pangan.

"Orientasinya pada peningkatan kualitas kehidupan terutama pada kelompok petani kecil dan produsen pangan skala kecil," ujar Ayip.

Sistem pangan ini juga harus didasarkan pada model produksi yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan kesesuaian dan keberlangsungan agroekologi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2