Pupuk Surabaya Perkuat Kapasitas Perempuan Pengelola Perhutanan Sosial

Klikhijau.com - Masih rendahnya partisipasi perempuan dan generasi muda dalam pembentukan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) pada Program Perhutanan Sosial harus menjadi perhatian bersama. Ren...

Pupuk Surabaya Perkuat Kapasitas Perempuan Pengelola Perhutanan Sosial
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Masih rendahnya partisipasi perempuan dan generasi muda dalam pembentukan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) pada Program Perhutanan Sosial harus menjadi perhatian bersama.

Rendahnya partisipasi dimaksud tergambar dari data yang dirilis Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang memperlihatkan jumlah perempuan sebagai anggota KUPS hanya sebanyak 48.821 orang, dari jumlah total anggota KUPS sebanyak 1.087.690, atau hanya 4,5% dari total anggota KUPS di seluruh Indonesia.

Tantangan lainnya yang harus menjadi perhatian semua pihak juga terkait dengan masih rendahnya kapasitas perempuan pengelola KUPS. Hasil assessment Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya terhadap 42 KUPS yang dikelola oleh perempuan dan generasi muda menunjukkan bahwa KUPS-KUPS tersebut masih mengalami berbagai masalah terkait kualitas produk, akses pasar, dan permodalan.

Masalah tersebut muncul sebagai akibat dari masih minimnya akses perempuan dan generasi muda pengelola KUPS untuk mendapatkan fasilitasi penguatan kapasitas yang representatif.

[irp]

โ€œPadahal, fasilitasi penguatan kapasitas untuk perempuan dan generasi muda pengelola KUPS sangat dibutuhkan agar program Perhutanan Sosial bisa semakin memberikan dampak positif. Baik terkait aspek pengelolaan hutan dan hasil hutan, maupun aspek kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda,โ€ kata Project Manager Program Perhutanan Sosial untuk Perempuan dan Generasi Muda, PUPUK Surabaya, Mokhamad Farid Fauzi pada Rabu, 15 Maret 2023 di Jakarta.

Menyikapinya, PUPUK Surabaya bersama Gender Focal Point yang didukung oleh The Asia Foundation (TAF) dan Ford Foundation berinisiatif ย memfasilitasi serial coaching clinic untuk 36 perempuan dan generasi muda pengelola KUPS dari Aceh, Sumbar, Bengkulu, Sumsel, Kaltim, Kalbar, Jateng, Sulteng, Sulses, dan Papua Barat. โ€œAda tiga tema coaching clinic yang difasilitasi, yakni kemampuan memperluas pasar produk Perhutanan Sosial, strategi menjangkau akses permodalan, dan memperkuat kualitas pemasaran produk,โ€ kata Farid.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: