Puncak Kemarau di Depan Mata: BMKG Peringatkan Potensi Karhutla Meluas di Sumatera dan Kalimantan

Klikhijau.com – Indonesia bersiap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan memuncak pada Agustus 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menge...

Puncak Kemarau di Depan Mata: BMKG Peringatkan Potensi Karhutla Meluas di Sumatera dan Kalimantan
Bacakan Artikel

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi karhutla.

Beliau menyatakan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada jumlah personel atau peralatan, tetapi pada bagaimana semua pihak bekerja serempak, cepat, dan terorganisir.

"Walaupun sudah ada kebakaran di mana-mana, kalau kita bekerja bersatu padu, saya kira itu bisa segera diatasi. Contohnya seperti di Riau kemarin, semua unsur bergerak serentak. Langkah-langkahnya tidak perlu saya uraikan satu per satu, tapi pendekatan itu akan kita terapkan juga di wilayah lain jika kondisinya serupa," tegas Suharyanto.

Fase Kritis Dua Bulan ke Depan


BMKG kembali mengingatkan bahwa musim kemarau diperkirakan akan berlangsung hingga September, dengan musim hujan baru akan masuk pada Oktober. Ini berarti dua bulan ke depan adalah fase kritis yang membutuhkan koordinasi total lintas lembaga dan kesiapsiagaan penuh.

"Musim hujan belum datang. OMC bukan jaminan. Kuncinya adalah patroli ketat, deteksi dini, dan pemadaman cepat," tegas Kepala BMKG.

Untuk mengantisipasi risiko karhutla, BMKG mendorong pemanfaatan data iklim dan prediksi cuaca ekstrem secara strategis.

Gubernur dan kepala daerah diminta untuk rutin memantau laporan BMKG sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, mulai dari pelaksanaan OMC, pengerahan pasukan darat, hingga edukasi masyarakat. Kepala BMKG juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan di tingkat daerah dan partisipasi aktif masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: