Studi Baru, Sungai di Dunia Menjadi Penghubung Sampah Plastik ke Lautan

Klikhijau.com – Apakah kamu pernah melihat dan mengamati sungai-sungai yang dikepung sampah plastik? Rasanya tak jarang ini jadi pemandangan sehari-hari. Dari mana datangnya sampah-sampah itu berke...

Studi Baru, Sungai di Dunia Menjadi Penghubung Sampah Plastik ke Lautan
Bacakan Artikel

Sementara studi terbaru oleh The Ocean Cleanup ini, jumlahnya meningkat menjadi lebih kurang 1.000 sungai.

Meskipun begitu, 1.000 sungai jumlahnya dinilai masih kecil dan dapat ditangani, mengingat hanya 1% saja dari total sungai dunia.

Rekomendasi untuk para pemangku kepentingan

Studi ini juga merefleksikan betapa akumulasi limbah di lautan lebih dipengaruhi oleh manajemen limbah di tiap wilayah yang tidak baik. Jadi, tak selalu karena kuantitas plastik yang dikonsumsi di wilayah tersebut.

Sebagai contoh, ada negara-negara dengan konsumsi plastik yang tinggi, namun menyumbang polusi sampah plastik di laut yang lebih rendah. Hal itu karena negara tersebut memiliki sistem manajemen limbah yang bagus.

Studi ini juga menyimpulkan bahwa  Filipina, India, Malaysia, China, dan Indonesia sebagai kontributor limbah plastik terbesar di sungai. Ini tentu satu catatan penting yang sekaligus perlu ditindaklanjuti para pemangku kepentingan, termasuk di Indonesia.

Para periset berharap, temuan ini dapat dijadikan data dan argumentasi untuk mendorong pendekatan penanganan sampah plastik. Di luar itu semua, aksi global secara kolaboratif juga diperlukan demi mengatasi kepungan plastik di lautan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2