Staf Khusus Menteri LHK Menyapa Warga Mallawa

Klikhijau.com - Tudang Sipulung berarti duduk bersama. Istilah ini berasal dari bahasa Bugis, yang berarti "duduk bersama". Duduk bersama untuk menyelesaikan suatu pokok permasalahan. Dengan begitu ju...

Staf Khusus Menteri LHK Menyapa Warga Mallawa
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Tudang Sipulung berarti duduk bersama. Istilah ini berasal dari bahasa Bugis, yang berarti "duduk bersama". Duduk bersama untuk menyelesaikan suatu pokok permasalahan. Dengan begitu juga dapat diartikan sebagai musyawarah. Musyawarah untuk mencari solusi.

Tudang sipulung adalah warisan budaya. Budaya Bugis yang patut untuk kita lestarikan bersama. Selalu mengedepankan musyawarah untuk menyelesaikan persoalan di lingkungan tertentu.

Kamis, 24 Juni 2021 lalu, Hanni Adiati, Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menyapa warga Mallawa. Hanni adalah staf khusus menteri bidang jaringan kerja masyarakat dan analisis dampak lingkungan. Melakukan kunjungan kerja ke Resor Mallawa, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Salah satu resor taman nasional yang berada di Kecamatan Mallawa, Maros.

Resor Mallawa gelar tudang sipulung, selesaikan dinamika tata kelola resornya.

Mengapa Resor Mallawa? Mallawa sedang berdetak kencang. Kepiawaiannya berdayakan warga sekitar hutan menjadi daya tarik. Mendorong warga binaannya manfaatkan potensi desa. Ciptakan produk unggulan. Produk yang diminati konsumen.

Tak heran jika kemudian bermunculan produk baru dari Resor Mallawa. Produk perdana mereka adalah keripik jamur mallawa. Jahe instan mallawa kemudian menyusul. Terakhir kopi bentenge. Produk lainnya pun sedang ia siapkan.

Aswadi Hamid adalah nahkoda baru Mallawa. Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulsaraung mempercayakannya sebagai kepala resor sejak Januari 2021. Aswadi tak mengecewakan pimpinannya. Terus berbuat majukan warga di desa penyangga taman nasional.

“Saya punya target, setiap desa di Mallawa punya satu produk,” pungkas Aswadi kala bersua.

Aswadi yang juga sebagai pengendali ekosistem hutan taman nasional menunjukkan kinerjanya. Pertama-tama ia merangkul aparat desa, termasuk Camat Mallawa. Rutin berkoordinasi dengan mereka. Aswadi juga tak segan-segan mengunjungi desa-desa di Mallawa.

Semua itu tak mudah. Mengingat jarak rumah dan desa binaannya terpaut jarak. Sekitar 60 km dari tempat tinggalnya di Samangki, Maros. Semangat dan keinginan warga berhasil menjadikan semuanya terasa ringan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2