Sebab Angin Tak Mengenal Wangi Tubuhmu

Sebab Angin Tak Mengenal Wangi Tubuhmu   Angin bulan Desember biasanya bertiup agak kencang, katamu sembari mengalungkan tanganmu di pundakku. Bulan yang senantiasa ingin kuhilangkan dari...

Sebab Angin Tak Mengenal Wangi Tubuhmu
Bacakan Artikel

Sebab Angin Tak Mengenal Wangi Tubuhmu


 

Angin bulan Desember biasanya bertiup agak kencang, katamu sembari mengalungkan tanganmu di pundakku.

Bulan yang senantiasa ingin kuhilangkan dari kalender tersebab tak mampu melihat salju dari negeri tetangga.

Bulan yang senantiasa menambahkan pekerjaan baru untuk membereskan halaman dari daun gugur
Dan juga ingatan panjang tentangmu.

Namun, bukankah merutuki angin sama saja merutuki takdir?
Apakah kita tidak akan lebih sabar dari nelayan yang gagal melaut?
Apakah kita tidak akan lebih sabar dari isi perut yang jarang diberi isi?
Ataukah kalah menghadapi tangis anak-istri?

Tidak kah kita tahu bahwa angin tak pernah ingin dijadikan sahabat
Bahkan ia tak seperti anjing yang mengenal bau tubuh tuannya dengan sempurna.
Maka biarkan dia berkeliaran, tanpa harus menarik tali kekang.

Agustus 21

=====

Tumbuhlah!


 

Agustus katamu bulan terbaik untuk menumbuhkan sesuatu.
Darah pejuang menjadi wangi, begitupun warna merah menjadi lebih berani. Lalu putih?
Seperti awan-awan itu, yang katamu pandai menafsirkan cuaca.

Tapi....
Apa yang coba mereka tumbuhkan di bumi yang tandus ini?
Amarah?
Kesedihan?
Kebodohan?
Atau sesuatu yang belum Tuhan berikan nama?

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2