Juli 2021 Jadi Bulan Terpanas dalam 142 Tahun Terakhir

Klikhijau.com - National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat menyatakan bahwa Juli 2021 merupakan bulan dengan suhu tertinggi dalam 142 tahun belakangan dalam pencatatan mere...

Juli 2021 Jadi Bulan Terpanas dalam 142 Tahun Terakhir
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat menyatakan bahwa Juli 2021 merupakan bulan dengan suhu tertinggi dalam 142 tahun belakangan dalam pencatatan mereka sejak tahun 1880.

Dilansir dari France 24, Rick Spinrad dari NOAA, menyatakan bahwa biasanya Juli merupakan bulan terpanas di dunia dalam setahun, namun Juli 2021 mengalahkan Juli dan bulan-bulan lainnya, yang pernah tercatat.

NOAA melaporkan tentang gabungan suhu permukaan daratan dan lautan adalah 0,93 derajat celcius (1,67 derajat Fahrenheit), di atas rerata abad ke-20 yakni 15,7 derajat celcius (60,4 derajat Fahrenheit).

Rekor baru ini menambah senarai yang mengganggu dan disruptif yang telah ditetapkan oleh perubahan iklim untuk dunia.

Belahan bumi utara, disebutkan NOAA sangat panas dengan suhu permukaan tanah 1,54 derajat Celcius di atas rata-rata. Menurut penuturannya, ini merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Asia tercatat rekor Juli terpanas pada 2021 telah menungguli rekor pada tahun 2010 silam. Sementara itu, Eropa mencatat Juli terpanas kedua. Pasalnya, Juli terpanas Eropa terjadi pada tahun 2018.

Dengan data-data teranyar yang ditemukan ini, NOAA juga menyatakan bahwa tahun 2021 amat mungkin menjadi salah satu dari 10 tahun terpanas di Bumi yang pernah tercatat.

Laporan dari NOAA ini muncul sekira satu bulan pasca gelombanh panas ekstrem terjadi pada belahan bumi bagian selatan Kanada dan barat Amerika Serikat selama Juli 2021.

Dilansir dari The Washington Post, pada akhir Juni hingga pertengahan Juli 2021, terpaan gelombang suhu terpanas menyelimuti wilayah Pasifik Barat Laut Amerika Serikat dan Kanada selatan hingga puncaknya.

Peristiwa ini disinyalir hanya terjadi 1.000 tahun sekali. Suhu panas daerah tersebut tembus 49,6 derajat celcius. Gelombang panas ini akan menjadi bersejarah, berbahaya, berkepanjangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2