Sebab Angin Tak Mengenal Wangi Tubuhmu

Sebab Angin Tak Mengenal Wangi Tubuhmu   Angin bulan Desember biasanya bertiup agak kencang, katamu sembari mengalungkan tanganmu di pundakku. Bulan yang senantiasa ingin kuhilangkan dari...

Sebab Angin Tak Mengenal Wangi Tubuhmu
Bacakan Artikel

Lalu apa yang besok akan tumbuh begitu semua bibit telah habis mereka semai?
Jagungkah?
Padikah?
Ataukah keadilan yang dapat digadai dalam segelas kopi dan juga rasa lapar?

Kurasa aku terlalu banyak bertanya
Dan kau tidak akan dapat menjawab apa-apa
Maka biarkan aku mengutuk bumi dan apapun yang mereka tanam.
Maka tumbuhlah! Meskipun kau tak menemukan tanah untuk itu.

=====

Pada Puncak Peradaban


 

Begitu pena memulai kata dari kapital, maka kertas tak lagi mampu meloloskan diri darinya.

Buku-buku akan menumpuk memenuhi lemari, yang sewaktu-waktu akan menjadi pesawat terbang di tangan-tangan mungil anak tetangga.

Kita pernah sama bermimpi, membangun taman baca pada satu puncak gunung di desa.
Lalu menamainya dengan sesuatu yang memang pantas untuknya.

Lalu satu pertanyaan singkat terlintas dalam kepalaku
Kau pernah melihat puncak gunung, bukan?
Tinggi menjulang. Seakan-akan ia ingin menantang langit.

Tapi manusia bahkan bisa melampaui terjalnya.
Bahkan Fir'aun pun pernah berkeras akan membangun istana setinggi langit.
Namun, kadang kala kita harus menyerahkan kembali pengetahuan ke alam liar.
Sebab pada akhirnya manusia akan seperti hewan buas, saling menyakiti satu sama lain ketika rasa lapar melanda

Agustus 21

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2