Saatnya Bergerak Bersama Kelola Sampah Organik Jadi Kompos

Klikhijau.com - Penuntasan masalah sampah bukan hal yang mudah. Banyak sampah yang terbuang percuma, termasuk sampah organik. Padahal sampah jenis ini bisa dijadikan kompos, sehingga memiliki segud...

Saatnya Bergerak Bersama Kelola Sampah Organik Jadi Kompos
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Penuntasan masalah sampah bukan hal yang mudah. Banyak sampah yang terbuang percuma, termasuk sampah organik.

Padahal sampah jenis ini bisa dijadikan kompos, sehingga memiliki segudang manfaat bagi manusia dan tanaman.

Karena itu, salah satu cara mengurangi tumpukan sampah organik adalah melalui composting atau membuat kompos. Hal ini merupakan aktualisasi paradigma baru dalam pendekatan penanganan persampahan.

Membuat pupuk kompos sangat penting karena kompos dapat menyuburkan tanah. Tidak hanya itu, juga dapat menambah  kandungan organic matter pada tanah  soil. Kompos juga akan meningkatkan water holding capacity butir-butir tanah yang berguna bagi  kesuburan tanah melalui perbaikan  tekstur dan struktur tanah.

Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya, kompos telah dikenal masyarakat selama puluhan tahun dan dipakai secara konvensional di berbagai tempat, baik  di desa atau di kota. Kompos dijadikan pupuk organik.

Kandungan humus menandakan tanah yang sangat subur karena terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat, sebagai sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengalami perombakan oleh orgnasime dalam tanah, stabil dan berwarna coklat kehitaman.

Sebagai gambaran, lapukan kurang lebih selama 100 tahun akan membentuk lapisan atas tanah atau top soil kira-kira setebal 1 cm, atau kadang disebut juga sebagai  humus. Dalam tekstur tanah, pengendapan lapukan tersebut membentuk silty yang sangat subur.

Upaya mengatasi sampah organik

Jenis sampah yang bisa dijadkan kompos adalah sampah  bekas makanan, sayuran, daun, kayu dan sebagainya. Ini dapat dimanfaatkan menjadi pupuk bagi tanaman.

Dalam mengatasi masalah masalah sampah organik itu, KLKH menyelenggarakan “Gerakan Nasional Compost Day, Kompos Satu Negeri”. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023. Temanya “Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat”.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin 26 Februari 2023 yang dibuka oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2