Ruang Hijau Penting bagi Kesehatan Mental

Klikhijau.com - Ruang hijau menjadi media yang penting bagi masyarakat, khususnya masyarakat urban. Di mana disesaki beragam kesibukan dan mobilitas yang tinggi. Saat pikiran sedang kusut karena be...

Ruang Hijau Penting bagi Kesehatan Mental
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Ruang hijau menjadi media yang penting bagi masyarakat, khususnya masyarakat urban. Di mana disesaki beragam kesibukan dan mobilitas yang tinggi.

Saat pikiran sedang kusut karena beragam kesibukan, maka kehadiran ruang hijau bisa menetralkan kekusutan itu.

Berbagai penelitian telah menemukan bahwa berada di ruang hijau baik bagi kesehatan, utamanya kesehatan mental.

Belum lama ini ada penelitian baru. Penelitian tersebut dipimpin oleh ISGlobal, Institut Kesehatan Global Barcelona, ​​​​menemukan bahwa penduduk kota memiliki penanda yang lebih baik untuk kesejahteraan mental.

Namun, itu ketika situasi kehidupan mereka memenuhi kriteria tertentu, terutama akses ke tanaman atau ruang hijau. Sayangnga kurang dari 5 persen penduduk kota benar-benar menikmati akses tersebut.

“Ada kebutuhan mendesak untuk memberi warga lebih banyak ruang hijau,” kata penulis studi utama dan Direktur Prakarsa Perencanaan Kota, Lingkungan, dan Kesehatan ISGlobal Mark Nieuwenhuijsen dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari EcoWatch.

Nieuwenhuijsen juga menambahkan, "Kita mungkin perlu merobek aspal dan menanam lebih banyak pohon, yang tidak hanya akan meningkatkan kesehatan, tetapi juga mengurangi efek panas dan berkontribusi pada penangkapan karbon," katanya.

Menghabiskan waktu di alam, menurut banyak memiliki dampak positif pada tubuh dan pikiran manusia.

Misalnya pada tahun 2019 lalu, ada sebuah studi menemukan bahwa orang yang menghabiskan setidaknya dua jam di alam dalam seminggu melaporkan kesehatan fisik dan mentalnya lebih baik, dan dokter bahkan mulai meresepkan waktu di luar ruangan.

Mengurangi efek panas

Di kota-kota, penghijauan dapat memerangi efek panas perkotaan, mengurangi polusi udara, dan meningkatkan fungsi kognitif, di antara manfaat lainnya. Tapi berapa banyak tanaman hijau yang harus ditinggali oleh penduduk kota untuk merasakan efek positifnya?

Satu jawaban untuk pertanyaan ini diajukan oleh Profesor hutan kota Cecil Konijnendijk dalam artikel LinkedIn 2021. Konijnendijk mengusulkan aturan 3-30-300, yang mengatur agar hutan kota dirancang sedemikian rupa sehingga:

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2