Pojopojo', Si Penyelamat dalam Dunia Ikat Mengikat

Pojopojo', Si Penyelamat dalam Dunia Ikat Mengikat
Pulutan (Urena lobata), punya banyak sebutan lokal unik. Di Bulukumba, khususnya Desa Kindang, dia dipanggil Pojopojo'. - Foto: Ist
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Bunganya berwarna merah muda (pink), warna romantis yang digilai oleh mereka sedang dilenakan asmara.

Perihal warna bunganya, tak melulu warna pink, sebab ada juga yang berwarna ungu muda.

Tumbuhan dari famili Malvaceae (satu keluarga dengan kembang sepatu) ini memiliki buah yang nakal dan manja, sebab mudah menempel pada pakaian atau bulu hewan. 

Menempelkan diri adalah cara licik tumbuhan ini menyebarkan biji untuk tumbuh di tempat lain.

Buahnya terbagi menjadi lima bagian membulat yang dilapisi kait-kait kecil berbulu (glochids). Kait-kait itulah yang membuat sangat manja (mudah menempel).

Pojopojo' memiliki batang berkayu, ulet, dipeluki bulu-bulu halus, jika diraba akan terasa kasar.  

Daunnya tunggal berseling. Bentuk berlekuk (lobus) seperti telapak tangan, tepi bergerigi, dan permukaannya tertutup bulu halus.

Manfaat tak terduga pojopojo

Pojopojo menyukai wilayah tropis dan subtropis. Kehadirannya selain meresahkan petani, karena dianggap gulma, juga memiliki banyak manfaat. Mengatasi masalah ikat mengikat karung yanh telah terisi hasil panen hanyalah salah satunya.

Sebelum atap seng merajalela. Kulit pojopojo' sering pula digunakan sebagai penyelamat untuk membuat bangkahang (atap daun rumbia). Cara membuat atap alami ini seperti dijahit, nah tali yang digunakan, selain rotan, terkadang kulit pojopojo'.

Bukan hanya itu manfaatnya (ikat mengikat), manfaat lainnya adalah dapat menangkal radikal bebas dan meredakan peradangan. Pojopojo' kaya akan senyawa flavonoid (seperti quercetin dan kaempferol) serta fenolik.

Tumbuhan ini juga dapat membantu mengontrol gula darah. Ekstrak etanol daun mengandung metabolit aktif seperti mangiferin, stigmasterol, dan β-sitostero

Dan yang tak kalah jagonya, kulit batangnya dapat menjadi serat kain ramah lingkungan, karena menghasilkan serat yang kuat (sering disebut aramina fiber), digunakan sebagai pengganti goni untuk pembuatan tali dan karung.

Jangan terlena dengan manfaatnya saja, pojopojo' juga mengandung ancaman, ia bisa menjadi gulma invasif, sebab pertumbuhannya sangat cepat dan toleran terhadap berbagai kondisi tanah. 

Selain itu, juga dapat jadi inang jama. Di beberapa sektor pertanian, pojopojo' dapat menjadi inang alternatif bagi hama dan patogen tanaman pangan, misalnya kutu daun atau virus tanaman.

Meski begitu, tumbuhan ini wajib tetap dilestarikan, jangan ditumpas habis, bukan hanya karena manfaatnya dalam dunia ikat mengikat, tetapi juga sebagai salah satu kekayaan flora yang mesti dijaga kelestariannya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2