Pohon-pohon yang Ditumbuhi Gerimis

Seorang lelaki menghampiriku. Ia mengenakan baju kaos oblong partai politik. Berwarna biru berpadu putih. Di tangannya ada kapak dengan gagang berwarna hijau. Kemarin siang ia juga mengunjungiku. M...

Pohon-pohon yang Ditumbuhi Gerimis
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Seorang lelaki menghampiriku. Ia mengenakan baju kaos oblong partai politik. Berwarna biru berpadu putih. Di tangannya ada kapak dengan gagang berwarna hijau.

Kemarin siang ia juga mengunjungiku. Menatapiku dengan penuh kagum. Aku dielus penuh sayang. Rasanya mataku menggerimis karena terharu.

Namun, setelah kuperhatikan tatapannya. Aku bergetar, pohon-pohon yang ada di sekitarku terkejut.

"Kamu kenapa Sureng?" Aku mendengar pohon mangga bertanya.

Pohon mangga itu, memang sangat perhatian padaku. Dulu ketika pohon bissuhu yang telah meranggaskan daunnya, karena kulit batangnya dihilangkan dengan sengaja oleh Patabbang. Setiap ada rantingnya yang patah, pohon mangga itulah yang melindungiku.

Dan ketika pohon bissuhu itu di tebang oleh Patabbang, pohon mangga itu kembali setia melindungiku.

Perlindungannya itu, menggetarkan hatiku. Membuatku nyaris jatuh cinta. Jika saja tak segera kusadari kepantasan diriku bersanding dengannya.

"Kamu kenapa, Sureng, kenapa kurasakan matamu menggerimis?" Pohon mangga itu kembali menegaskan pertanyaannya.

Aku memilih diam saja. Tak menanggapi pertanyaan itu. Aku merasakan firasat buruk dari tatapan lelaki itu, yang di pinggangnya terselip parang panjang.

Merampas dari naungan ibu

Aku telah mengenal watak manusia dengan baik. Orang tuaku sering bercerita tentang mereka. Cerita itu turun temurun dari leluhur kami.

Katanya, jangan mudah percaya oleh kekaguman manusia atas dirimu. Kekagumannya itu dibaluti keinginan yang kuat, yang akan menyakitimu.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2