Cerita Seorang Seniman Bonsai Kelapa di Pasangkayu, Pembelinya hingga Amerika

oleh -280 kali dilihat
Cerita Seorang Seniman Bonsai Kelapa di Pasangkayu, Pembelinya hingga Amerika
seorang Iswandy B. Dg Ngerang (40), seorang pengrajin Bonsai di Dusun Kampung Baru, Desa Randomayang, Bambalamutu, Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat - Foto/Ist
Andi Ayatullah

Klikhijau.com – Bonsai kelapa, satu seni tanaman hias yang memang banyak diminati para planters. Berbeda dengan tanaman bunga, bonsai mengandalkan otentitasnya yang imajinatif.

Bonsai merupakan tanaman atau pohon yang sengaja dikerdilkan di dalam pot dangkal. Ini  bertujuan untuk membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman dilakukan di pot dangkal yang disebut bon.

Sejak lama, seni bonsai memang termasuk karya dengan nilai pasar tinggi. Lihat saja, bagaimana bonsai jenis kayu tertentu seperti beringin dan santigi, harganya bisa tembus jutaan bahkan miliaran.

Bagaimana dengan bonsai kelapa? Hal paling istimewa pada jenis ini adalah harganya yang terjangkau dan penggemarnya yang banyak. Jadi, tak sulit memasarkan produk seni bonsai kelapa dalam skala massif.

KLIK INI:  Bunga Pukul Sembilan, Sering Dianggap Gulma Namun Kaya Manfaat
Cerita Iswandy menggeluti bonsai kelapa

Demikian pengakuan seorang Iswandy B. Dg Ngerang (40), seorang pengrajin Bonsai di Dusun Kampung Baru, Desa Randomayang, Bambalamutu, Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat.

Pria kelahiran Gowa 4 April 1981 sebelumnya berprofesi sebagai pengusaha hasil laut, namun kini menggeluti seni bonsai kelapa.

“Semuanya berawal dari hobi. Dari dulu memang saya mencintai bunga,” tutur Andy, sapaan akrabnya.

Andy bercerita cara pemasaran bonsai kelapa yang sangat sederhana yakni dengan memposting produk tanamannya di media sosial. Dengan memanfaatkan media sosial dapat menarik konsumen bukan hanya dari Pasangkayu, tapi dari banyak daerah.

“Pembeli kami berasal dari Palu, Pasangkayu, Makassar, hingga negeri Paman Sam, Amerika serikat,” ujarnya.

Menurut Andy, bermutu dan berkualitas suatu bonsai itu dilihat dari akarnya. Akar ditumbuhkan pada jenjang waktu sekitar 2-4 bulan untuk melihat sebuah bonsai yang berkualitas.

Kelapa yang dipilih untuk membuat bonsai adalah dari kelapa biasa ukuran kecil dan kelapa yang besar.

“Bonsai kelapa yang telah saya buat sekitar 200 buah yang sudah terjual dan masih ada 130 di rumah saya,” katanya.

KLIK INI:  Agar Tumbuh Memesona, Begini Cara Terbaik Merawat Philodendron!

Tanaman bonsai kelapa memiliki bentuk yang unik serta cocok bila dijadikan sebagai hiasan pemanis pekarang rumah. Nilai jual tanaman inipun cukup fantastis dari Rp.50 ribu hingga jutaan Rupiah.

Menurut Iswandy untuk menghasilkan bonsai yang berkualitas butuh proses sekitar 4 bulan untuk menumbuhkan akar hingga dapat ditanam.

“Paling bagus kalau media air, tapi tunas jangan sampai terendam karena bisa membusuk,” katanya.

Pandemi dari tahun 2019 membuat semua orang beraktivitas di rumah dan sebagian orang memanfaatkannya untuk berkebun. Inilah peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi pengusaha bonsai seperti  Iswandy.

Bonsai Kelapa
Koleksi Bonsai Kelapa Milik Harsida di Makassar – Foto/Ist

“Bisnis bonsai merupakan sebuah peluang bisnis yang menjanjikan di masa pandemi saat ini,” pungkasnya.

Selain menghasilkan keuntungan ekonomi, penggemar seni bonsai umumnya merasakan kesenangan tersendiri dapat mengoleksi bonsai.

Merawat tanaman hias diakui dapat membantu mengurangi stress dari kepenatan aktivitas kerja. Demikian dikatakan seorang pencinta tanaman hias asal kota Makassar Harsida Rida (55).

Perempuan yang telah memiliki 4 anak, 5 cucu dan satu cicit ini merupakan seorang pengusaha yang mengakui telah mencintai tanaman hias sejak usia masih sekolah dasar.

KLIK INI:  Berikut Tanaman Aquascape yang Bisa Menyulap Akuarium Lebih Eksotis

“Saya suka dengan tanaman hias (bunga-bunga) itu dari kecil saya juga sengaja memelihara berbagai macam bonsai salah satunya ini bonsai kelapa,” ungkapnya.

Salah satu sisi yang membuat Harsida berminat dengan bonsai kelapa adalah bentuknya yang unik dan terlihat eksotis. Tak tanggung-tanggung perempuan paruh baya ini tidak segan merogoh koceknya untuk mendapatkan bonsai kelapa yang ia inginkan.

“Ada beberapa memang yang saya beli jadi bonsainya, tidak apa mengeluarkan sedikit bajet demi kesenangan. Perawatannya jua mudah kok paling tidak dapat membantu sejenak lupakan aktifitas dengan merawat tanaman ini,” pungkasnya.

Tips membuat dan merawat bonsai

Berikut ini tips membuat dan memelihara bonsai ala Iswandy:

– Kupas batok bersihkan sabuk.

– jika mau hasilnya bagus kita tanam dengan batoknya.

– Tanam menggunakan tanah dengan sekam padi dan dibungkus dengan batok.

– Lalu dililit menggunakan karpet diikat yang kelihatan cuman tangkai daun.

– Cara mengkerdilkan daun dibungkus lalu dibersihkan persatu minggu dibersihkan.

– Batok kemudian dibungkus pakai kain agar air yang ada di bagian bawah mengisap kekain dan membasahi batok.

– Diletakkan dibawah sinar matahari dan dibungkus politur.

Mudah bukan? Selama mencoba berkreasi dan menikmati eksotika bonsai kelapa yah! Tips peratannya cukup mudah dan tidak rewel lho Sahabat Hijau!

“Masalah penyiraman 1 minggu 3x disiram dengan waktu terbaik disiram pagi hari dengan mudah,” terang Andy yang belajar otodidak dari youtube dimulai sejak tahun 2016.

KLIK INI:  Pesona 'Janda Bolong' dan Harganya yang Semirip Mahar Pernikahan