Perihal Jagung Manis dan Hal-hal Menarik yang Mengiringinya

atannataKlikhijau.com –  Hampir seharian tadi, saya dan ayah menggarap lahan untuk ditanami jagung manis. Beberapa bulan yang lalu saya menerima bantuan bibit jagung manis. Bantuan itu dari pemerintah...

Perihal Jagung Manis dan Hal-hal Menarik yang Mengiringinya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

atannataKlikhijau.com –  Hampir seharian tadi, saya dan ayah menggarap lahan untuk ditanami jagung manis. Beberapa bulan yang lalu saya menerima bantuan bibit jagung manis. Bantuan itu dari pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pertanian.

Bantuan tersebut merupakan Dana Insentif Daerah (DID) disalurkan melalui kelompok tani atau perkebunan. Secara beruntung, kelompok perkebunan Tassika, di mana saya bergabung mendapat bantuan berupa bibit, mulsa, dan mesin penggarap lahan serta pupuk.

Ada beberapa jenis bibit yang dibagikan. Di antara yang banyak itu, saya lebih tertarik menanam jagung manis.

Seharusnya bibit bantuan itu telah ditanam sejak beberapa bulan lalu. Hanya saja sekapan kesibukan ditambah curah hujan yang tinggi membuatnya tersendat.

Apalagi lahan yang akan saya tanami terbilang baru. Harus dikerja ekstra, jadilah proses penanamannya tersendat dan tadi, Rabu, 8 Februari 2023, baru proses penggarapan lahan. Lahannya pun digarap secara manual menggunakan cangkul.

Perihal jagung manis, tanaman ini memiliki nama ilmiah Zea mays saccharata kerap pula dinamai  sweet corn. Jagung jenis ini mengandung zat gula yang jauh lebih tinggi (5 ± 6%) jika dibandingkan dengan  jagung biasa yang hanya sekitar (2 ± 3%). Untuk umur panen sendiri rerata 60 ± 70 hari setelah tanam.

Tanaman jagung sendiri merupakan tanaman “purba” yang  telah dibudidayakan di Amerika Tengah, yakni Meksiko Bagian Selatan sekitar 8.000 sampai 10.000 tahun lampau.

Nur Rahma (2020) melalui skripsinya yang berjudul Pengaruh Pemberian Pupik Organik Cair dan  Pupuk  NPK Majemuk  Terhadap  Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis ( Zea mays saccharata Sturt ) mengatakan, tanaman ini merupakan komoditas pertanian yang sangat digemari oleh masyarakat.

Kegemaran itu dikarenakan rasanya yang enak dan manis serta mengandung karbohidrat, sedikit protein dan lemak. Hal tersebut yang menjadikan semakin tingginya permintaan jagung manis.

Lebi menguntungkan

Junaedi, (2000) mengungkapkan budidaya tanaman ini relatif lebih menguntungkan dari jagung biasa karena jagung manis mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dipasaran dan masa produksinya relatif lebih cepat.

Tanaman ini dipanen ketika berumur 60-65 hari setelah tanam. Sisa berangkasan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan tongkol jagung sekunder dapat dijadikan jagung semi sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2