Minum Kopi di Awan

Mengira Bumi   aku selalu menganggapmu bumi, tempat tumbuh segala kehidupan. tempat pulang semua bebijian. ke mana pun langkahku menuju. kehidupanlah kutemui. mimpi-mimpi mengemas dirinya...

Minum Kopi di Awan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Mengira Bumi


 

aku selalu menganggapmu bumi, tempat tumbuh segala kehidupan. tempat pulang semua bebijian.

ke mana pun langkahku menuju. kehidupanlah kutemui. mimpi-mimpi mengemas dirinya dalam hijau padi

aku lupa, bumi bisa lenyap dalam kerakusan, dan kau berubah jadi kealpaan. napas hilang dalam dadamu yang gersang

tak ada dengungan lebah, rintih gerimis. tak ada kamu, tak ada bumi. hanya ada mimpi yang menghilang dalam senyap cekam

TB, 2025

[irp]

Minum Kopi di Awan


 

hujan pertama turun minggu ini. mengisi gelas kopimu yang menyisa ampas itu. setelah di tanak sangat matang oleh langit

tanah meretak, doanya melengking jauh. dirinya telah siap mengandung bebijian. mengubahnya jadi pohon kopi, cengkeh, pala, nangka, manggis, juga anak-anak ayam

langit saling mengunjungi, pada hujan pertama minggu ini. mereka minum kopi dalam awan

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2