Menjaring Eksotisme dan Kesegaran di Puncak Lurayya Jam 8 Pagi

Klikhijau.com - Ransel hitam berisi buku dan laptop telah siap. Motor pun telah dikeluarkan dari rumah dan telah dibunyikan. Namun, tumbler tertinggal di ruang tamu.  Saya kembali masuk ke rumah, m...

Menjaring Eksotisme dan Kesegaran di Puncak Lurayya Jam 8 Pagi
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Nama lahan yang disulap Puang Appi sebagai destinasi wisata itu adalah Puncak Lurayya yang di bawahnya mengalir sungai Balantieng yang berair jernih.

"Sudah ada sedikit yang didapat, biasa ada pengunjung ada yang membayar jika datang, namun ada juga yang tidak. Itu tak masalah bagi kami," tambahnya.

Puncak Lurayya memang masih sepi pengunjung. Di gerbang masuknya tertera tarif yang harus dibayar pengunjung, untuk orang dewasa lima ribu rupiah, anak-anak, dua ribu rupiah dan tenda 10 ribu rupiah.

Tarif masuk itu ditulis di papan besi yang ditancapkan di sebelah kiri gerbang yang terbuat dari bambu betung  yang catnya telah memudar.

Dua akses menuju puncak

Ada dua akses jalan menuju Puncak Lurayya, pertama di depan kantor Desa Kahayya, melewati jalan ini, motor bisa sampai ke area Puncak Lurayyah, meski jalannya belum terlalu bagus.

"Jika tidak  hujan, motor—termasuk metic bisa mencapai tempat ini dengan mudah, apabila lewat depan kantor desa," terang Puang Appi.

Jalan ke Puncak Lurayya memang telah dibuka, jalan itu tembus hingga ke Lurayya dan terus ke Dusun Tabbuakang.

Melewati jalan ini, jika hanya sampai di Puncak Lurayya, pengunjung akan kehilangan kesempatan menikmati Danau Kahayya atau Lurayya dari ketinggian. Dan itu sangat disayangkan, sebab menatap Lurayya dari ketinggian sangat menakjubkan.

Akses jalan kedua adalah melewati jalur Lurayya, lewat jalur ini pengunjung juga bisa menggunakan motor, sebenarnya.  Hanya saja motor akan "tersiksa" baru bisa sampai. Cara terbaik adalah dengan berjalan kaki. Jalannya sedikit mendaki.

Rasa lelah akan menyergap, namun pemandangan Lurayya dari atas akan merampas rasa lelah.

[caption id="attachment_26383" align="aligncenter" width="650"] Danau Kahayya atau Lurayya-Foto/Ist[/caption]

Bagi pengunjung yang ingin menikmati kesegaran pagi dan memanen vitamin D untuk tubuh, sebaiknya mengunjungi Puncak Lurayya di pagi hari. Saat cuasa sedang terang.

Suasana di Puncak Lurayya yang sepi dengan embusan angin pengunungan yang sepoi. Akan membuat pengunjung leluasa menikmati pemandangan dan menghirup udara segar sepuas-puasnya.

Vitamin D merupakan suplemen yang berfungsi mencegah dan mengatasi kekurangan vitamin D. Vitamin ini adalah vitamin larut lemak yang sangat diperlukan dalam membantu penyerapan kalsium dan fosfor di dalam tubuh manusia.

Ada dua jenis utama vitamin  D, yaitu vitamin D2 atau ergocalciferol dan vitamin D3 atau cholecalciferol. Vitamin D2 secara alami dapat ditemukan di beberapa jenis jamur, sedangkan vitamin D3 dapat dijumpai pada kuning telur, keju, dan  hati sapi, kuning telur.

Nah, vitamin D ini bisa terbentuk di dalam tubuh jika ada bantuan oleh paparan sinar matahari. Jadi, bukan sinar mataharinya sebagai sumber vitamin D, sinar matahari hanya pemicu agar vitamin D dalam tubuh bisa aktif.

Jadi, jika ingin mengaktifkan vitamin D di dalam tubuh sambil menikmati pemandangan yang indah dan hijau segar, Puncak Lurayya bisa jadi salah satu tempat yang layak dikunjungi.

Bisa di malam hari

Jika ingin menikmati malam dengan rasa khas pegunungan, pengunjung juga boleh mencobanya dengan camp, dan di pagi hari, jika cuaca baik, pengunjung akan terpesona dengan sunrise yang di antara matahari dari celah gunung yang mengepung Puncak Lurayya.

Namun, barangkali kunjungan terbaik ke puncak lurayya adalah saat jagung Puang Appi memasuki masa panen, pengunjung bisa menggelar acara bakar jagung yang dipanen sendiri.

"Kalau hanya lima hingga sepuluh biji, pengunjung tak perlu beli. Kita harus banyak berbagi, bersyukur jika banyak yang menikmatinya," ujar Puang Appi, yang pagi di hari Senin, 26 September 2022 sedang membersihkan kebunnya di Puncak Lurayya untuk ditanami jagung.

Pagi di mana saya berkunjung secara tak sengaja, sebab Ibu dan Ayah yang akan saya jemput belum datang di titik kami janjian, di kebun sekitaran Lurayya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2