Desa Wisata Kahayya, Tempat Tetirah Bagi yang Luka Cinta

Klikhijau.com - Jika kamu datang tiga belas atau dua puluh satu tahun lalu ke Kahayya, yang kini dicanangkan jadi desa wisata. Kamu akan dapati jalan setapak yang susah ditembus kendaraan motor sekali...

Desa Wisata Kahayya, Tempat Tetirah Bagi yang Luka Cinta
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com - Jika kamu datang tiga belas atau dua puluh satu tahun lalu ke Kahayya, yang kini dicanangkan jadi desa wisata. Kamu akan dapati jalan setapak yang susah ditembus kendaraan motor sekali pun.

Orang-orang yang berkunjung ke Desa Kahayya saat itu harus rela berjalan kaki. Jika ada yang mengendarai motor, orang akan kaget. Tapi sekarang jika ada yang jalan kaki, orang akan bertanya heran, kenapa jalan kaki?

Penyebabnya, jalan ke Kahayya sudah bisa ditembus kendaraan, mobil bahkan sudah lalu lalang, jalan telah di aspal, dan sebagiannya telah dicor.

Desa Kahayya kini masuk dalam pencanangan desa wisata. Sejak berdiri sendiri sekitar tujuh atau delapan tahun lalu, lepas dari induknya, Desa Kindang. Kahayya menjelma serupa remaja yang sedang puber. Berdandang aduhai demi menarik lawan jenis.

Kahayya pun begitu, bersolek demi menarik wisatawan berkunjung dan meningkatkan ekonomi masyarakat, demi menyiapkan diri menjadi desa wisata di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan

Kahayya memang layak jadi tempat yang dikunjungi, jadi tempat tetirah bagi yang luka cinta, jadi tempat pelarian dari kepuyengan rutinitas, jadi tempat pelarian dari sesak kota yang penuh siasat. Sebab Kahayya dikaruniai pemandangan alam yang eksotis, udara yang bersih, dan masyarakat yang ramah bagi wisatawan.

Sejak di gerbang masuk Desa Kahayya, pengunjung telah disambut pemandangan yang memanjakan mata, begitu menelusurinya. Mata akan membelalak sebab keindahan alamnya.

Nama tanjakan, nama warga

Hawa dingin di sepanjang jalan akan menemani melupakan luka cinta yang sedang melanda hati. Namun, jangan kira jalan menuju Kahayya tanpa tantangan. Di sana ada satu tanjakan yang menakutkan, namanya Tabbina Coko atau Tebing Coko yang cukup menantang.

Nama tebing itu, entah bermula dari dan bagaimana? Puang Coko adalah nama salah seorng warga Kahayya, rumahnya tidak jauh dari tebing tersebut.

Entah yang memulainya menyematkan nama Puang Coko jadi nama tebing tersebut. Namun, sebenarnya hal itu tak terlalu mengagetkan.

Ada satu kebiasaan turun temurun sejak dulu di Desa Kindang, yakni memberi nama tebing (tanjakan) sesuai nama warga yang tinggal di dekat tebing tersebut.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2